KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Angkutan Lebaran 2022 menjadi peluang besar bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi untuk meraup keuntungan besar.

Pasalnya dalam dua tahun terakhir, arus mudik dan arus balik Lebaran terkendala karena masih tingginya angka penularan kasus covid-19.

Pada angkutan lebaran 2022, BUMN transportasi punya kesempatan memasang target positif guna membenahi kinerja.

Sejumlah perusahaan pelat merah mulai optimis akan cuan saat Lebaran 2022 karena syarat perjalanan sudah dilonggarkan, dan belum ada larangan mudik dari pemerintah.

Plt Corporate Secretary DAMRI Siti Inda Suri mengatakan, pihaknya menargetkan 80 ribu perjalanan pada masa angkutan Lebaran 2022 dengan dengan jumlah pelanggan lebih dari 200 ribu orang.

Untuk persiapan arus mudik, BUMN ini sedang melakukan rampcheck pada setiap armadanya guna memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.

“Tak hanya armada, kami juga mempersiapkan pengemudi untuk melayani penumpang, karena di masa angkutan Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan dilaksanakan oleh seluruh cabang di Indonesia,” kata Siti Inda Suri, Rabu (30/3/2022).

Terkait penambahan rute dan armada, menurutnya hal itu sangat mungkin terjadi guna menyesuaikan kebutuhan penumpang yang dipastikan bakal melonjak.

PT Pelni juga memasang target positif selama masa angkutan Lebaran 2022 karena diprediksi bakal terjadi peningkatan penumpang yang signifikan.

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), Tri Handayani memprediksi akan ada kenaikan arus penumpang hingga 133 persen dari realisasi tahun lalu.

Untuk itu, Pelni sudah menyiapkan rencana operasi mulai 17 April hingga 18 Mei, dengan proyeksi puncak arus mudik pada 26 April dan arus balik 9 Mei 2022.

“Untuk operasional selama arus mudik 2022, kami menyiapkan sebanyak 70 kapal. Jumlah itu terbagi pada 26 kapal penumpang dan 44 kapal perintis utama,” kata Tri.

Adapun kapasitas angkut kapal penumpang Pelni sebanyak 32 ribu seat, sedangkan kapasitas kapal perintis sebanyak 16 ribu seat.

Tak mau ketinggalkan, BUMN transportasi penyebrangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga sudah menyiapkan rencana operasi di 10 lintasan penyeberangan nasional.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan Posko Pengendalian Transportasi selama Angkutan Lebaran 2022.

Menurutnya, skenario operasional juga sudah disusun tergantung situasi yang akan terjadi dengan menentukan jumlah kapal dan dermaga yang dibuka.

“Jadi ada penyesuaian, saat keadaan padat kita melakukan pengelolaan jumlah kapal. Termasuk waktu loading dan unloading juga dipercepat agar trafiknya lebih lancar,” kata dia.

Skenario dan manajemen ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan yang masuk ke pelabuhan dan ke dalam kapal.

Pihak ASDP juga optimistis layanan penyeberangan di masa arus mudik dan balik tahun ini akan berjalan lancer dan aman. []