KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) terus mendorong penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) agar masyarakat bisa dengan mudah memiliki hunian idaman.

Komitmen bank bjb ini terlihat melalui kerjasama dengan PT. Sarana Multigriya Financial (SMF) dalam penyaluran dan sharing pembiayaan bjb KPR Sejahtera FLPP.

Acara penandatangan kerjasama pada Rabu 30 Maret 2022 di Bali ini dihadiri Pemimpin Divisi KPR & KKB bank bjb Triastoto Hardjanto Wibowo, serta Direktur Utama PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) Ananta Wiyogo. Pada kesempatan tersebut hadir juga Dewan Komisioner BP Tapera Ariev Baginda dan Analis Eksekutif Senior Koordinator Pengawasan Perbankan Wilayah Timur OJK Roberto Akyuwen.

Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb, Suartini berharap dengan adanya pelaksanaan penandatanganan bank bjb dengan SMF ini bisa memberikan dampak positif bagi ketersediaan likuiditas untuk mendukung penyaluran FLPP.

“Melalui kerjasama ini, bank bjb berharap semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP,” kata Suartini.

Menurutnya, bank bjb sangat optimis dan siap bersaing mencatat prestasi terbaik dalam penyaluran fasilitas bjb KPR Sejahtera FLPP di tahun 2022. Hal ini melihat pencapaian penyaluran bjb KPR Sejahtera FLPP di 3 tahun terakhir yang melampaui dari target yang telah diberikan di antaranya pada tahun 2019 mencapai 100,05%, tahun 2020 dan tahun 2021 meningkat kembali hingga pencapaian 102%.

“Di tahun 2022 ini, pencapaian bank bjb KPR Sejahtera FLPP sudah mampu melampaui dari target yang diberikan di Triwulan I sebesar 120,38%,” kata Suartini.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan industri properti perlu digiatkan karena dapat mendorong 170 sektor industri lainnya, sehingga pemerintah sangat support mendorong sektor properti.

Menurut Analis Eksekutif Senior Koordinator Pengawasan Perbankan Wilayah Timur OJK Roberto Akyuwen regulator menerbitkan kebijakan ketentuan perbankan untuk mendorong pembiayaan perumahan di antaranya Perpanjangan kebijakan restruk covid yang mempengaruhi besaran CKPN dan Stimulus LTV.

“Pandemi ternyata tidak berpengaruh signifikan pada BPD, hal ini dibuktikan kredit pada BPD tetap tumbuh 5,15%,” kata Roberto. []