KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Bisnis gudang resmi menjadi satu lini usaha terbaru dari PT Pos Indonesia (Persero).

Perusahaan BUMN ini menambah portofolionya dengan membuka bisnis gudang yang fokus membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Untuk langkah pertama pengembangan bisnis ini, PT Pos Indonesia membuka gudang mikro konsolidasi ekspor di Kota Medan untuk mempermudah UMKM mengirim produk ekspor skala mikro.

Pembukaan gudang ekspor ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal R Djoemadi dengan melakukan pelepasan produk ekspor perdana kiriman UMKM.

Produk UMKM ini berupa green bean kopi dari Provinsi Sumatera Utara dan Aceh yang diekspor ke Negara Abu Dhabi dan Uni Emirate Arab.

Hadirnya pelayanan di bidang logistik ekspor ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha kecil dalam menghemat biaya operasional.

Menurut Faizal R Djoemadi, harga sewa untuk gudang PT Pos Indonesia lebih murah dan pembayarannya bisa dilakukan setelah pengiriman barang.

Selain itu pengurusan dokumen ekspor produk UMKM dari gudang mikro konsolidasi akan lebih mudah karena melalui mekanisme satu pintu.

“Ini menjadi layanan baru yang akan memberikan kemudahan karena biaya gudang bisa dibayar kalau barangnya mau dikirim, tidak perlu mengeluarkan uang di depan,” kata Faizal R Djoemadi.

Faizal menjelaskan, bisnis gudang PT Pos ini sudah dilengkapi layanan kepengurusan kepabeanan, serta karantina untuk hasil peternakan dan pertanian.

Sementara untuk pengurusan dokumen ekspor juga dilengkapi pelayanan satu pintu dari berbagai instansi terkait yang akan membuat prosesnya lebih efisien dan menekan biaya.

Hadirnya layanan gudang PT Pos mendapat apresiasi dari Kepala Pelayanan Pabean Kualanamu, Medan, Elfi Haris.

Menurut Elfi, bisnis gudang dari BUMN sangat bagus karena bertujuan membantu proses ekspor UMKM yang ditangani banyak instansi.

Gudang mikro konsolidasi ekspor juga multi fungsi karena selain produk UMKM, juga bisa digunakan untuk menyimpan barang dan diurus PT Pos, bea cukai dan balai karantina.

“UMKM yang mau ekspor tidak lagi butuh waktu lama, selama ini harus mengurus ke bea cukai, karantina, dan menyewa kontainer,” kata dia.

Maka hadirnya bisnis gudang PT Pos dengan metode pengurusan satu pintu membuat berbagai prosesnya lebih cepat dan efisien.

Ia pun berharap layanan gudang untuk UMKM ini bisa terus dikembangkan di daerah lain guna membantu pelaku usaha kecil agar bisa menembus pasar internasional. []