KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Bisnis penyediaan air yang digarap anak usaha PT Krakatau Steel kini terus berkembang.

Dengan begitu Subholding Krakatau Steel bisa mengembangkan berbagai potensi usaha, tak hanya fokus pada sektor produksi baja nasional.

Anak usaha Krakatau Steel yaitu PT Krakatau Tirta Industri (KTI) baru saja mendapat tender dalam lini bisnis penyediaan air industri.

Kerjasama bisnis penyediaan air industri yaitu antara PT KTI dengan PT Amman Mineral Industri (AMIN), yang diresmikan pada Kamis (7/04/2022).

KTI diproyeksikan dapat menyediakan air desalinasi dengan kapasitas 266 meter kubik per jam, dan air demineral dengan kapasitas 55 meter kubik per jam.

Proyek kerjasama anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ini ditargetkan akan terealisasi pada kuartal keempat tahun 2023 mendatang.

Pengembangan lini bisnis penyediaan air industri oleh KTI ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Direktur Utama KRAS, Silmy Karim.

Menurut Silmy, pencapaian KTI yang mulai masuk di sektor penyediaan air industri menjadi bukti komitmen yang kuat dari perseroan untuk berkontribusi bagi kemajuan Krakatau Steel Group.

“Kami mengapresiasi capaian ini dan akan terus mendorong agar hasilnya lebih maksimal untuk kemajuan bersama,” ungkap Silmy.

Untuk diketahui, KTI dipercaya sebagai mitra kolaborasi PT AMIN untuk mendukung kemajuan industri di tanah air.

Sebelumnya, kedua pihak sudah menandatanganinya perjanjian pembelian produk (Product Purchase Agreement) yang dihadiri jajaran Direksi dan manajemen AMIN serta manajemen KTI.

KOMITMEN PENUH

Sementara Direktur Utama PT KTI Alugoro Mulyowahyudi menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan hal-hal yang menjadi ekspektasi mitra dan pelanggan.

Menurutnya, dengan kerjasama ini akan mendukung pengembangan bisnis perusahaan di bidang penyediaan air industri.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan, tentunya kami akan melakukan semua yang terbaik sesuai dengan harapan mitra,” ungkapnya.

Sementara Rachmat Makkasau selaku Presiden Direktur PT AMIN menyebut kerjasama dengan Krakatau Steel sangat penting untuk mendukung operasional dan bisnis.

Bahkan proyek smelter yang dibangun ini juga merupakan proyek jangka panjang hingga 30 tahun dengan fasilitas yang menerapkan teknologi termutahkir dan ramah lingkungan. []