KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Dividen Mitratel untuk tahun buku 2021 akan segera dibagikan dengan jumlah senilai Rp 966,7 miliar.

Pembagian dividen Mitratel atau PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk ini secara resmi telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Jumat (22/4/2022).

Dalam rapat tersebut, dividen Mitratel yang dibagikan sebesar 70 persen dari total laba bersih yang didapat di tahun lalu.

Adapun laba bersih dari emiten berkode MTEL ini mencapai Rp1,3 triliun di tahun 2021, meningkan 129,4 persen dari laba tahun 2020 sebesar Rp602 miliar.

Selanjutanya 5 persen dari laba bersih Mitratel (Rp69 miliar) akan digunakan untuk cadangan perusahaan, dan 25 persen lagi (Rp345,3 miliar) sebagai laba ditahan.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, porsi dividen yang dibagikan ini sesuai dengan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai maksimal bagi para investor.

Menurutnya, para pemegang saham yang berhak menerima dividen Mitratel ini adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan Per 12 Mei 2022.

“Selanjutnya dividen akan dibayarkan kepada para pemegang saham paling lambat 25 Mei 2022,” ujar Theodorus Ardi Hartoko secara virtual, Jumat (22/4/2022).

Diketahui total pendapatan anak usaha PT Telkom ini mencapai Rp6,8 triliun di tahun 2021, naik 11,1 persen dari tahun 2020 sebesar Rp6,1 triliun.

Lini bisnis yang paling banyak memberikan cuan bagi perusahaan yaitu sewa menara senilai Rp5,4 triliun, dengan kenaikan sebesar 36,5 persen secara tahunan.

Sementara itu, EBITDA Mitratel di tahun lalu sebesar Rp5,18 triliun, meningkat signifikan hingga 23,9 persen dari tahun 2020 yaitu Rp4,18 triliun.

“Untuk kinerja operasional, saat ini kami menguasai jaringan menara di Jawa dengan total 11.987 menara dengan portofolio 42 persen, dan di luar Jawa, Mitratel menguasai 16.219 menara dengan portofolio sebesar 58 persen,” ungkapnya.

Menurut Theodorus Ardi, sepanjang tahun 2021 pihaknya berhasil menambah jumlah menara hingga 52,7 persen, dari sebelumnya 18.473 unit menjadi 28.206 unit.

Dari sisi kolokasi juga meningkat 18,9 persen, dan dari sisi tenant naik hingga 39,3 persen.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham ini, selain pembagian dividen Mitratel juga dilakukan perombakan Dewan Komisaris.

Para pemegang saham sepakat untuk mengangkat satu Dewan Komisaris Independen yang baru, yaitu Rico Usthavia Frans.

Dengan perombakan ini, maka jumlah komisaris di perusahaan ini menjadi 5 orang, yaitu Herlan Wijanarko (Komisaris Utama), Henry Yosodiningrat dan Hadi Prakosa (Komisaris) serta M. Ridwan Rizqi R Nasution Rico Usthavia Frans (Komisaris Independen). []