KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Petugas Jasa Raharja Buton, Andi Ardian Syahruddin bersama instansi terkait diantaranya Kasat Lantas IPTU SUHERMIN, S.H.,M.H, Unit Kamsel Sat Lantas Polres Buton, Dinas Perhubungan Darat Kab. Buton dan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Buton melaksanakan giat survey jalan terpadu untuk menciptakan kamseltibcar lantas yang baik.

Kegiatan survey jalan terpadu ini dilaksanakan diwilayah hukum Polres Buton pada Jumat (11/3) pukul 09.00 WITA dalam rangka Ops Ketupat 2022, dengan menginventarisasi dan mengidentifikasi permasalahan jalan serta pendataan daerah rawan kecelakaan, daerah rawan bencana alam yaitu longsor yang menyebabkan banyaknya jalan raya dan sarana prasaran jalan menjadi rusak atau tidak berfungsi.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk pendataan terkait permasalahan dibidang lalu lintas dengan rekomendasi perbaikan jalan (pemasangan rambu petunjuk dan pemasangan rambu larangan serta rambu petunjuk memutar, prioritas, bundaran micro dan cermin cekung) yang dapat dijadikan sebagai bahan persiapan pengamanan Operasi Ketupat Anoa Tahun 2022.

Survey jalan terpadu ini terbagi atas 3 (tiga) lokasi yaitu Kecamatan Pasar Wajo dimulai dari Pertigaan Kali Biru Desa Banabungi, Jalan Balikota KM 25 dari arah Polres Buton menuju Arah Tugu aspal dan sebaliknya, dan Jalan Protokol Depan Rujab Bupati Buton, selanjutnya lokasi di Jalan Poros Pasarwajo-BauBau dimulai dari Desa Warinta Tikungan ke kiri dari arah Baubau menuju arah Pasarwajo, Bukit Teletabis dan jalan menurun dan tikungan tajam pemancar Telkomsel Desa Wangu – Wangu dan Desa Kaongkeongkea serta lokasi di Desa Kabawakole, pertigaan menuju Desa Wining dan Jembatan Desa Kaumbu.

Kepala Jasa Raharja Sulawesi Tenggara, Saldhy Putranto S.Kom, MBA, AAAI-K, AMII menjelaskan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan akan berdampak pada terciptanya budaya kamseltibcar lantas, sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kendaraan bermotor agar taat dan tertib didalam berlalu lintas, terutama di daerah rawan terjadi kecelakaan maupun didaerah rawan terjadi bencana alam seperti longsor yang sering terjadi dititik – titik tertentu dengan memperhatikan setiap rambu yang terpasang, wajib lengkap dengan surat SIM dan STNK, taati batas kecepatan, gunakan helm untuk pengendara roda dua dan kelengkapan kendaraan mulai dari lampu hingga sein, selain tertib didalam berlalu lintas diharapkan juga masyarakat agar memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19”, tutup Saldhy. []