KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Industri aluminium merupakan salah satu sektor usaha yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia.

Sebab Indonesia memiliki potensi sumber daya alam aluminium dengan market global yang sangat besar.

Untuk mengembangkan potensi industri aluminium tanah iaru, PT Inalum terus melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Direktur Operasi dan Portofolio PT Inalum Danny Praditya mengatakan saat ini, pihaknya melakukan berbagai langkah strategis.

Seperti membangun Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah, Aluminium Remelt IAA, menggarap proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi, hingga optimalisasi Smelter Kuala Tanjung.

Berbagai proyek strategis ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar aluminium yang potensi cukup besar, baik pasar dalam negeri maupun regional.

“Potensi ini terus kami optimalkan dengan melakukan hilirisasi agar memenuhi market yang sangat besar,” kata Denny saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan PLTA Inalum di Paritohan Kabupaten Toba, Sumatra Utara.

Denny mencontohkan PTLA Inalum yang berada di Toba merupakan hasil kolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk pemenuhan kebutuhan energi.

Dengan kerjasama ini, PT Inalum diharapkan akan mampu menambah kapasitas produksi lebih dari dari 250 ribu ton.

“Kami berkomitmen membawa industri aluminium Indonesia menuju level yang lebih kompetitif. Karena itu kami juga membutuhkan banyak komitmen dalam bersinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, rombongan Komisi VII DPR RI menijau berbagai lokasi, yaitu PLTA PT Inalum, PLTA Sigura-Gura, PLTA Asahan III dan PLTA Bajradaya Sentranusa.

Dukung Kemajuan Industri Aluminium

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan, PT Inalum sebagai bagian dari BUMN memang butuh sinergi dan kolaborasi.

Hal itu perlu dilakukan untuk untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional, baik kolaborasi sesama BUMN, maupun pihak swasta.

Ia pun mendukung berbagai langkah sinergitas dan kolaborasi yang sudah dijalankan Inalum guna mendukung pengembangan industri aluminium di tanah air.

Sementara Anggota DPR RI Komisi VII Lamhot Sinaga menyatakan, PT Inalum harus terus mendukung kemajuan industri aluminium di era modern dengan inovasi terbaru.

Sehingga visi Inalum sebagai ‘big player’ di industri ini bisa tercapai yang kemudian akan memberi dampak bagi kemajuan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI Rida Mulyana menambahkan, pihaknya akan terus mendukung berbagai upaya BUMN dalam memajukan bisnisnya.

Baik dalam hal bersinergi, mempercepat hilirisasi, dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam operasional usahanya. []