KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT PAL Indonesia memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Green Shipyard sebagai langkah strategis mendorong transformasi industri maritim nasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Inisiatif tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga mengoptimalkan produktivitas galangan kapal melalui penerapan teknologi dan inovasi.

Kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri maritim Indonesia agar mampu memenuhi standar lingkungan internasional. Melalui konsep Green Shipyard, proses pembangunan kapal diharapkan semakin hem

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menjelaskan bahwa Green Shipyard merupakan elemen penting dalam pengembangan konsep smart and green port. Menurutnya, industri galangan kapal harus mulai beradaptasi dengan standar lingkungan global agar tetap kompetitif di pasar internasional.

Amarulla menilai pemenuhan standar keberlanjutan akan memberikan nilai tambah bagi produk industri maritim Indonesia. Dengan demikian, peluang ekspor ke berbagai negara, terutama kawasan Eropa dan Amerika, akan semakin terbuka.

“Green Shipyard harus menjadi salah satu target utama PT PAL. Jika galangan memenuhi standar lingkungan, peluang produk Indonesia diterima pasar internasional akan semakin besar,” ujarnya saat berdiskusi di PT PAL Surabaya.

Green Shipyard Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing Industri

BRIN menyiapkan berbagai dukungan teknologi untuk mempercepat implementasi Green Shipyard. Dukungan tersebut meliputi pengujian, pemodelan, simulasi, hingga penyusunan standar produksi yang lebih ramah lingkungan.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Buana Ma’ruf, menjelaskan bahwa tim riset telah mengembangkan model Green Shipyard berbasis Product-Oriented Work Breakdown Structure (PWBS). Pendekatan ini mengintegrasikan aspek produktivitas dan keberlanjutan dalam setiap tahapan produksi kapal.

Menurut Buana, penerapan konsep tersebut mampu memberikan berbagai manfaat strategis. Industri dapat menekan emisi karbon, mengurangi konsumsi energi, mengoptimalkan pengelolaan limbah, serta meningkatkan produktivitas hingga sekitar 20 persen. Efisiensi tersebut juga berpotensi menurunkan biaya produksi secara signifikan.

Selain itu, riset yang didukung pendanaan LPDP selama tiga tahun ini juga mencakup penyusunan roadmap teknologi, pengembangan production engineering, hingga standar operasional untuk mendukung produksi kapal perang, kapal niaga, dan berbagai produk unggulan PT PAL.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyambut positif sinergi dengan BRIN. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kemampuan industri galangan kapal nasional sekaligus menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan.

Ke depan, BRIN dan PT PAL akan terus memperluas kerja sama dalam pengembangan model Green Shipyard yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional. Melalui kolaborasi riset, inovasi, dan teknologi, kedua institusi optimistis Indonesia mampu menghadirkan galangan kapal modern yang efisien, ramah lingkungan, serta memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. []