KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Geliat Pariwisata di pulau dewata Bali mulai terlihat, dimana sejumlah tempat wisata mulai ramai dikunjungi sejumlah wisatawan baik lokal maupun asing. Kunjungan ini diyakini menjadi sinyal positif bagi para pelaku pariwisata di Bali. Berharap geliat ini akan menjadi titik awal kembalinya ekonomi Bali setelah dua tahun diterpa wabah Covid-19 yang menghancurkan perekonomian di pulau dewata ini.

Mulai dibukanya pariwisata di Provinisi Bali, tentunya berdampak meningkatnya mobilitas perjalanan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata. Kesiapan Bali dalam menyambut kembali para turis asing maupun lokal, bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata. Namun menjadi tanggung jawab seluruh komponen yang terlibat dalam industri pariwisata ini, mulai dari yang bersentuhan langsung hingga komponen pendukung lainya, tidak terkecuali PT. Jasa Raharja Cabang Bali.

Berkolaborasi dengan Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) dan juga Asosiasi Pengusaha Rental Daerah (Asperda) Provinsi Bali, Jasa Raharja Bali menyatakan siap menyambut geliat pergerakan wisatawan di Provinsi Bali. Jasa Raharja akan memastikan semua kendaraan pariwisata, maupun kendaraan rental yang digunakan wisatawan selama berada di Bali telah dilindungi oleh Asuransi Jasa Raharja. Hal ini, penting karena Bali sedang membangun citra positif, kepastian jaminan kepada seluruh pengguna angkutan wisata perlu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan jika musibah kecelakaan yang tidak diinginkan terjadi.

Dalam merealisasikan kerja sama ini, Kepala Bagian Operasional Cabang Bali I Made Astika dan Kepala Sub Bagian Iuran Wajib Rizki Romodhon melakukan pertemuan dengan Ketua Pawiba Provinsi Bali I Nyoman Sudiartha dan sejumlah Asosiasi Pengusaha Rental Daerah.

Kepala Bagian Operasional I Made Astika dalam pertemuan kali ini, menyambut baik sinergi yang dilakukan Jasa Raharja, Pawiba dan Asperda. Lebih lanjut I Made Astika mengatakan dalam membangun pariwisata di Bali diperlukan banyak komponen yang terlibat. Industri pariwisata dibangun atas kerja sama dan sinergi antara satu dan lainya, bukan hanya satu pihak tertentu saja. Sebagai contoh Pawiba sebagai induknya perusahaan -perusahan angkutan wisata, bertugas untuk memastikan sejumlah angkutan wisata baik bus dan angkutan wisata lainya telah memiliki sumber daya manusia yang profesional, armada yang berada dalam kondisi yang baik, terawat, dan aman untuk digunakan wisatawan, serta telah menerapkan standarisasi protokol kesehatan. Hal ini berarti bahwa Pawiba terhubung atas banyak komponen yang terlibat seperti pemilik angkutan bus, dan pemilik angkutan wisata lainya. Sementara Asperda, sebagai induknya kendaraan rental yang selama ini menghimpun kendaraan premium seperti Alphard, Hiace, inova dan sebagainya, tentu memegang peranan penting, karena ada banyak anggota yang berada dibawahnya. Sejauh ini dari informasi yang kami peroleh dari Asperda di wilayah Bali, terdapat lebih dari 500 kendaraan rental yang tergabung dalam organisasi ini. Ini merupakan jumlah yang cukup banyak dan membutuhkan kerjasama dan kolaborasi yang baik agar tiap anggotanya dapat berjalan secara beriringan, dan tidak bisa berdiri sendiri, jelas I Made Astika.

Lebih lanjut, I Made Astika mengungkapkan, jika Pawiba dan Asperda fokus pada penyedia sarana kendaraan, jasa raharja berkolaborasi pada sisi perlindungan Jaminan kepada penumpang yang menggunakan angkutan wisata baik bus maupun kendaraan sewa. Intinya kami ingin memastikan, bahwa setiap pengguna angkutan wisata di Bali tetap terlindungi jika suatu musibah kecelakaan terjadi. Jasa Raharja memberikan kepastian jaminan, karena ini sebagai bentuk kehadiran negara kepada masayarakat yang direpresentasikan lewat Jasa Raharja. Sementara untuk ruang lingkup jaminan sendiri sudah di atur negara sesuai dengan UU No. 33 Tahun 1964 tentang Perlindungan kepada penumpang angkutan umum.

Kita berharap kolaborasi ini, akan mendukung giat wisata yang mulai terlihat di Provinsi Bali. Sehingga dengan kolaborasi ini berarti kita membantu pemerintah untuk membangun kembali ekonomi Bali yang sempat lumpuh pasca wabah Covid-19. Tentunya dengan pulihnya ekonomi akan memberikan secercah harapan kepada masayarkat untuk menata hidup yang lebih baik lagi kedapan. Tutup Astika.[]