KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Sebagai Pelaksana UU No. 33 dan 34 Tahun 1964 yang memberikan perlindungan dasar terhadap kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum penumpang darat, laut dan udara Jasa Raharja Cabang Papua bersama dengan mitra Bappenda dan Kepolisian menggelar Pelayanan Pajak di Perbatasan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi tepatnya di Distrik Unurum Guay Kabupaten Jayapura dengan jarak tempuh sampai dengan kurang lebih 6 jam dari Kantor Bersama Samsat Sentani.

Program bersama ini dilaksanakan dalam rangka memberikan kemudahan kesempatan kepada masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Jayapura serta ada beberapa peluang potensi pajak yang dapat di gali dengan adanya beberapa perusahaan salah satunya PT. Rimba Matoa sehingga setiap karyawan yang bekerja dan memilik kendaraan bermotor dapat dengan mudah untuk membayarkan pajak kendaraan bermotornya.

Program Layanan Samsat Jemput Bola ini dilaksanakan bersama Samsat Sentani terkait upaya meningkatkan pendapatan serta memberikan sosialiasi manfaat pajak serta “Kehadiran Pelayanan Samsat Jemput Bola di sini juga menawarkan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak sempat ke Kantor Samsat karena satu dan lain hal karena lokasi yang sangat jauh dari Kantor Bersama Samsat, sehingga dapat memenuhi kewajibannya membayar pajak.”

Jasa Raharja sebagai perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menjalankan Program Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan selalu berkomitmen dalam melayani masyarakat, khususnya menghimpun dana dari masyarakat dengan manfaat memberikan jaminan perlindungan dasar apabilan masyarakat pembayar pajak kendaraan tersebut mengalami kecelakaan sebagai bentuk kewajiban negara dalam fungsi sosialnya terhadap adanya risiko dan jaminan dasar untuk kesejahteraan bagi masyarakat.

Namun demikian Jasa Raharja Cabang Papua dalam hal ini diwakili oleh Bapak Lintong bersama mitra Kepolisian tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat langsung yang mendatangi loket layanan Samsat Jemput Bola khususnya bagi para orangtua yang memiliki anak dengan memberikan edukasi keselamatan lalu lintas mengingat banyaknya korban laka dengan persentasi jumlah terbanyak adalah pada usia produktif 13 sampai dengan 25 tahun, peluang ini dimanfaatkan sebagai upaya bersama dalam rangka penanganan keselamatan dan pencegahan kecelakaan. []