KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Kecelakaan maut terjadi Jalan Tol Cipali KM.104 jalur B (Arah Palimanan – Cikopo) masuk wilayah kec. Pagaden Barat kab. Subang Jawa Barat, Kendaraan Hino Bus (Agra Mas) No.Pol.: F-7544-FC menabrak belakang Dump Truk No.Pol.: E-9728-MB yang melaju searah didepannya, Jum’at (25/3/2022).

Kronologi berawal dari Kendaraan Hino Bus (Agra Mas) No.Pol.: F-7544-FC datang dari arah timur/Palimanan menuju arah barat/Cikopo pada saat melaju menabrak bagian belakang Kendaraan Mitsubishi Dump Truk No.Pol.: E-9728-MB sehingga mengakibatkan 1 Orang Meninggal Dunia, 1 Orang Luka Berat dan 10 Orang mengalami Luka Ringan kemudian dibawa ke RS Abdul Radjak Purwakarta.

Mendengar kabar tersebut, petugas pelayanan PT Jasa Raharja Perwakilan Purwakarta, Dodi Rohmansyah Bersama Unit Laka Lantas Polres Purwakarta bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara dan Rumah Sakit guna mendata korban dan memberikan Guarantee Letter (GL) untuk korban yang mengalami luka.

Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat Dodi Apriansyah mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan turut prihatin kepada Pihak Keluarga dan mengatakan bahwa Santunan korban meninggal dunia akan diserahkan setelah identitasnya ditemukan sesuai dengan domisili korban.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali. Sesaat setelah mendapatkan informasi kecelakaan, Petugas Jasa Raharja Perwakilan Purwakarta bersama Satlantas Polres setempat langsung mendatangi TKP, dan mendata identitas korban. Korban meninggal dunia, saat ini masih belum ditemukan identitasnya dan menunggu tim Inafis Polda Jabar untuk mengetahui identitas lengkapnya. Selanjutnya apabila sudah ditemukan akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja yang langsung diproses pada kesempatan pertama kepada ahli waris sesuai dengan domisili korban”, jelas Kepala PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat, Jumat (25/3).

Untuk korban luka-luka, Jasa Raharja telah bekerja sama dengan pihak RS. Abdul Radjak Purwakarta di mana korban dirawat, guna memberikan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp.20.000.000,- serta menyediakan manfaat tambahan bantuan biaya P3K maksimum Rp.1.000.000,- dan bantuan biaya ambulance maksimum sebesar Rp.500.000,- terhadap masing-masing korban luka-luka.

Hal ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya, sesuai Program Perlindungan Dasar Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. Dimana Sesuai ketentuan tersebut, Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap dan penggantian biaya perawatan akibat kecelakaan yang disebabkan oleh alat angkutan umum baik darat, laut maupun udara. Santunan tersebut berasal dari dana Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) yang dibayarkan penumpang pada saat membayar tiket atau ongkos angkut.[]