KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan penanganan pencegahan kecelakaan lalu lintas jalan di Provinsi Kalimantan Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Wil XIV Provinsi Kalimantan Barat, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat dan PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat bersama stakeholder terkait menggelar rapat pembahasan sinkronisasi data lokasi rawan kecelakaan.

Agenda utama rapat tersebut adalah inventarisir lokasi-lokasi rawan kecelakaan di jalan nasional Provinsi Kalimantan Barat yang prosesnya dilaksanakan oleh seluruh stakeholder dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan (LRK).

Amnan Ghozali, selaku Kanit Operasional dan Humas Jasa Raharja Kalbar, mengatakan pihaknya akan mendukung penuh langkah strategis penanganan pencegahan kecelakaan dengan melaksanakan penelitian dan pendataan lokasi rawan kecelakaan.

“Dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, sangat perlu dilakukan penelitian dan sinkronisasi data kecelakaan sebagai upaya kita untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang menjadikan pengguna jalan atau orang disekitarnya gagal menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam berlalu lintas. Dengan mengetahui faktor penyebab terjadinya kecelakaan akan dapat menjadi bahan kita untuk dapat menentukan dan melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya kecelakaan”, terang Amnan.

Sebagai langkah pencegahan, Jasa Raharja Kalbar juga telah memasang rambu lalu lintas di sejumlah titik di Wilayah Kalimantan Barat sebagai penanda bagi para pengendara sehingga pengendara lebih hati-hati dan waspada saat melintasi jalan tersebut.

“Jasa Raharja Kalbar telah memasang rambu lalu lintas di sejumlah titik rawan kecelakaan yang tersebar di seluruh Wilayah Provinsi Kalimantan Barat sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan”, pungkasnya.

PT Jasa Raharja bersama stake holder terkait berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penanganan pencegahan kecelakaan lalu lintas jalan dan tentunya memberikan keamanan serta kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.[]