KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Pemerintah telah menerbitkan edaran terkait cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 H yang dimulai sejak 29 April 2022 sampai dengan 6 Mei 2022. Kebijakan pemerintah tersebut memberikan angin segar bagi masyarakat setelah 2 tahun sebelumnya tidak dapat mudik dikarenakan virus covid 19 yang masih merebak. Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan akan meningkat dibanding dua tahun sebelumnya dan hal ini menjadi perhatian khusus bagi pihak Jasa Raharja sebagai penyelenggara Program Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Kendaraan Umum.

Dikonfirmasi melalui kepala Perwakilan Jasa Raharja Singkawang, Gunawan, memberikan keterangan terkait adanya program Mudik Bareng Jasa Raharja serta mengingatkan masyarakat untuk lebih terbit mematuhi peraturan termasuk memperpanjang STNK dan Pajak kendaraan di Kantor Samsat.

“Kami dari Jasa Raharja mendukung penuh kebijakan pemerintah, terkait pemberian cuti lebaran yang relatif panjang. Mudik tahun ini sepertinya akan jauh lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya. PT Jasa Raharja tahun ini juga mengadakaan program mudik bareng, bersama dengan beberapa BUMN lainnya. Untuk lebih detil tentang mudik bareng bisa pantau akun instagram resmi Jasa Raharja”, ucap Gunawan.

Pihaknya menyatakan bahwa petugas Jasa Raharja khususnya di Wilayah Singkawang akan disiagakan untuk memantau informasi kecelakaan guna meningkatkan penanganan cepat di lapangan.
“Prinsipnya kami selalu siaga, baik itu hari normal atau hari libur, apalagi pada momen-momen seperti ini yang sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan. Tentunya kami harus meningkatkan kewaspadaan sejak H-7 sampai H+7 lebaran. Petugas kami akan melakukan piket untuk turut serta memantau kasus kecelakaan di jalan raya. Kami juga harus mengingatkan masyarakat untuk selalu manaati peraturan dan rambu di jalan serta meningkatkan kehati-hatian”, imbuhnya.

Gunawan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk mengecek kelengkapan administrasi kendaraan dan juga fisik kendaraan sebelum melakukan mudik.

“Semua aspek harus diperhatikan. Fisik kendaraan, masa berlaku pajak dan tentunya kesehatan fisik pengemudi harus dalam kondisi prima. Menurut data kami, terdapat banyak kendaraan khusunya roda dua yang terpantau belum melakukan pengesahan tahunan STNK khusunya didaerah Sambas. Ini menjadi perhatian kami, belum melakukan pengesahan STNK berarti belum juga membayar pajak kendaraan juga Sumbangan Wajib yang dananya kami kelola untuk memberikan santunan korban kecelakaan lalu lintas”, lanjutnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk dapat segera melakukan pengesahan maupun perpanjangan STNK sekaligus pembayaran pajak kendaraan bermotor berikut SWDKLLJ agar perjalanan mudik menjadi aman dan nyaman.[]