KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Isak tangis tak dapat dibendung oleh Masria Mardjening, Ibu kandung dari Melta, korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi Desa Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.

Kecelakaan yang dialami Melta terjadi pada sore hari tanggal 23 Maret 2022 yang melibatkan Mobil Toyota Rush, Sepeda Motor Yamaha dan Sepeda Motor Honda Supra. Melta menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian perkara.

Petugas Jasa Raharja Wilayah Parigi Moutong, Hery Irawan, S.H., AWP setelah menerima Laporan terjadinya kecelakaan lalu lintas dari Unit Laka Lantas Polres Parigi Moutong, langsung bergerak proaktif dan cepat mendata ahli waris korban yang beralamat di Desa Sigenti Selatan, Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.

Kepala Unit Operasional dan Humas PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah, Bagus Tri Maistiyanto, S.T., AAAI-K, AWP, QWP menyampaikan atas nama manajemen PT Jasa Raharja turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberi perlindungan dasar kepada warganya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964.”

“Kepada ahli waris, santunan Jasa Raharja korban meninggal dunia langsung diproses kurang dari 24 jam dengan mekanisme transfer ke rekening ahli waris korban. Adapun nominal santunan yakni sebesar 50 juta rupiah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 tahun 2017.

Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, cepat dan tepat kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.” kata Bagus.

Jasa Raharja memberikan jaminan kepada masyarakat melalui Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Penumpang Angkutan Umum dan Lalu Lintas Jalan.

Jenis kecelakaan yang dijamin oleh Jasa Raharja adalah kecelakaan yang melibatkan dua atau lebih kendaraan bermotor, masyarakat yang tertabrak kendaraan bermotor, atau kecelakaan penumpang pada angkutan umum.

Jasa Raharja tidak memberikan pergantian kerugian materil pada kendaraan yang mengalami kecelakaan, kecelakaan tunggal kendaraan pribadi tidak dijamin, juga kecelakaan yang disebabkan tindakan kriminal.

“Kami berharap bahwa santunan meninggal dunia yang diberikan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan” tutup Bagus.[]