KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan – Bangka Belitung dalam rangka mempersiapan pelaksanaan operasional sarana dan prasarana transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (SDP) pada masa angkutan lebaran 2022, melakukan rapat koordinasi bersama mitra kerja terkait. Mengingat kebijakan yang sudah dikeluarkan Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2022, yang berlaku mulai 2 April 2022, dimana mengatur tentang ketentuan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dimasa pandemi Covid-19 termasuk saat mudik Lebaran 2022. Untuk mengantisi kondisi tersebut dan supaya masyarakat dapat melakukan mudik dengan aman dengan tetap memperhatikan prokes, BPTD Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan – Bangka Belitung mengadakan rapat yang dihadiri kurang lebih 19 instansi terkait, di antaranya Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan, Jasaraharja Putera Cabang Palembang, KSOP Kelas II Palembang, KSOP KelasIV Muntok, UPTD Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api Api. Rapat dibuka langsung oleh Kepala BPTD Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan – Bangka Belitung, Muhammad Fahmi.,S.T,M.MTr.

Kepala Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan, Abdul Haris melalui Kepala Bagian Operasional Hendra Fakhruddin menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan dan program Mudik 2022 yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan, untuk itu perlu dipersiapkan sebaik-baiknya dengan stakeholder terkait. Pemerintah sudah memberikan kelonggaran untuk mudik lebaran 2022, dengan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi, diantanya sudah melakukan vaskin dosis pertama, dosis kedua dan vaksin dosis ketiga (booster). Dan bagi pemudik yang hanya mendapat vaksin dosis satu dan kedua masih dapat diperbolehkan mudik dengan tetap memperhatikan ketentuan yaitu diantaranya syarat dinyatakan negatif Covid-19 melalui tes rapid antigen atau RT-PCR. Ujar Hendra.

“Bahwa pengelola pelabuhan penyeberangan Tanjung Api Api telah bekerjasama dengan Jasa Raharja untuk memberikan perlindungan asuransi bagi seluruh penumpang kapal penyeberangan, dimulai saat penumpang naik kapal di dermaga asal hingga turun di dermaga tujuan. Apabila dalam perjalanan kapal penyeberangan mengalami kecelakaan, maka seluruh penumpang berhak mendapatkan jaminan santunan. Oleh karenanya kami berharap kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah untuk melakukan mudik di tahun 2022 dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk mudik, semoga mudik tahun 2022 dapat berjalan lancar, aman dan memberikan semangat yang baru dapat bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman dengan nyaman dan tentu saja dapat kembali lagi ke kota asal dengan tidak kurang suatu apapun.” Tutup Hendra. []