KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Kinerja Perbankan di Indonesia diprediksi akan tetap tumbuh positif meski di tahun ini ada sentimen kenaikan suku bunga.

Analis optimistis kinerja perbankan yang mulai membaik akan terus berlanjut, terlebih gelombang pandemi semakin surut di tahun 2022.

Berbagai torehan positif sudah berhasil dicatat oleh sejumlah bank, baik BUMN maupun swasta sepanjang tahun 2021, padahal di tahun 2022 merosot tajam akibat pandemi covid-19.

Bahkan jika ditotal laba bersih dari empat bank BUMN, Mandiri, BRI, BTN dan BNI tembus di angka Rp72 triliun dan meningkat 78,6 persen dari tahun 2020.

Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya menyebut kinerja perbankan yang membaik didorng berbagai faktor, di antaranya perolehan pendapatan nonbunga lebih tinggi, margin bunga bersih (NIM) melebar, dan penyaluran pinjaman yang meningkat.

Menurutnya, NIM di empat bank besar Indonesia rata-rata 5,6 persen di akhir tahun 2021, naik tipis dari angka sebelumnya di 5,5 persen.

“Kami menilai kredit perbankan masih akan meningkat karena aktivitas bisnis yang mulai berjalan normal. Ini tentu akan mendorong peningkatan belanja konsumen yang berdampak pada kinerja sektor perbankan,” kata Andrey, Senin (21/3/2022).

Menurutnya, Bank BNI dan BRI punya potensi besar mencatatkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi di 2022 dibandingkan bank lain.

Ia memprediksi pertumbuhan pinjaman di dari BNI bisa naik hingga 7 sampai 10 persen, dan pinjaman BRI di kisaran 9 sampai 11 persen.

Sementara untuk non performing loan (NPL), menurut Andrey akan lebih rendah dari tahun lalu karena kegiatan bisnis kembali berjalan dan meningkatkan kemampuan pembayaran utang.

Ia pun tetap optimis meski terjadi kenaikan suku bunga, sektor perbaakan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan margin bunga bersih di 2022.

Untuk loan to deposit ratio (LDR) di empat bank besar saat ini juga masih ada di level sehat yang artinya likuiditas perusahaan cukup dengan rata-rata 80,1 persen di akhir 2021.

DAMPAK POSITIF PEREKONOMIAN

Sementara Suria Darma selaku Kepala Riset Samuel Sekuritas menyebut perbaikan kinerja perbankan di tahun 2021 sangat signifikan dan jauh melampaui ekspektasinya.

Hal utama yang mendorong perbaikan kinerja ini yaitu perekonomian yang kembali pulih setelah sempat ‘babak belur’ dihajar pandemi Covid-19.

Pandemi yang mereda ternyata langsung berdampak pada penyaluran kredit modal kerja yang mulai melonjak sejak Oktober 2021, dan kredit investasi yang juga naik mulai November 2021.

Ia pun yakin kinerja sektor bank di sepanjang 2022 masih akan tumbuh positif meski ada kenaikan suku bunga acuan.

“Selain itu likuiditas bank yang sangat tinggi tidak akan begitu berdampak pada kenaikan suku bunga dan belum terasa. Apalagi pemulihan ekonomi dan penyaluran kredit juga tumbuh semakin tinggi,” kata Suria. []