KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Kontrak Hutama Karya yang didapat di tahun 2022 ditargetkan bisa meningkat dan tembus di angka Rp35,39 triliun.

Pihak perseroan optimis bisnis konstruksi di tahun ini akan terus bertumbuh dan kontrak Hutama Karya akan tercapai sesuai target.

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo mengatakan, rasa optimis itu karena melihat kondisi pandemi yang saat ini semakin terkendali.

Dengan tingginya program vaksinasi dan turunnya angka penularan covid-19, maka peluang masuknya kontrak dari berbagai proyek baru akan semakin terbuka.

“Kami yakin dengan target kontrak baru Hutama Karya sebesar Rp35 triliun bisa tercapai dengan kondisi perekonomian yang semakin pulih,” ujarnya, Senin (24/1/2022).

Salah satu mega proyek yang bisa menjadi garapan bagi BUMN Konstruksi ini yakni pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Diketahui, pemindahan ibukota dari Jakarta ke IKN Nusantara sudah mendapat persetujuan dari DPR RI melalui pengesahan Undang Undang, sehingga pembangunannya sudah bisa dimulai.

Selain itu, berbagai proyek yang sempat terhenti akibat terdampak pandemi sejak tahun 2020 lalu dipastikan dapat dimulai lagi di tahun ini.

“Kami melihat prospek sektor konstruksi di tahun ini akan semakin pulih, kita targetkan kontrak Hutama Karya masuk dari proyek IKN dan juga dimulainya pengerjaan proyek yang sempat terhenti tahun lalu,” ungkapnya.

 

Proyek Daur Ulang

Target kontrak Hutama Karya di tahun ini juga akan banyak berdatangan dari proyek jalan dan bangunan, juga pengerjaan recycling atau daur ulang aset di beberapa ruas-ruas tol operasi yang dikelola PT HK.

Untuk diketahui, perusahaan pelat merah ini masih menawarkan skema daur ulang di lima ruas tol di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi.

Di antara Jalan Tol Medan – Binjai, Tol Pekanbaru – Dumai, Tol Palembang Indralaya, Tol Bakter (Bakauheni – Terbanggi Besar) dan Tol Terpeka (Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung).

Skema daur ulang dipilih perusahaan karena menjadi salah satu alternatif pembiayaan untuk membangun ruas tol lainnya, karena selama ini perusahaan hanya menggunakan pinjaman untuk dana pembangunan JTTS.

Jika dana dana dari hasil daur ulang aset ini sudah cair, maka semuanya akan dimanfaatkan untuk percepatan ruas tol lainnya dan membayar utang dan bunga atas pembangunan ruas tol yang sudah beroperasi.

Terkait kontrak Hutama Karya di tahun ini, ia menyebut bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menandatangani pengerjaan proyek Tol Semarang-Demak seharga Rp2 triliun.

Perusahaan juga mendapat proyek pembangunan gedung parker di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) namun nilai dari kontraknya belum disampaikan. []