KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT. Jasa Raharja Cabang Bali terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Berbagai strategi dan upaya dipersiapkan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas, mulai dari sinergi dengan para stakeholder melalui optimalisasi teknologi informasi, seperti integrasi data kecelakaan dengan Kepolisian melalui IRSMS (Integrated Road Safety Management System), dimana integrasi data ini, Jasa Raharja dapat memantau korban kecelakaan di wilayah Bali secara realtime dan update. Selain dengan Kepolisian Jasa Raharja Bali juga melakukan kerja sama dengan 66 rumah sakit yang berada di provinsi Bali melalui Perjanjian Kerja Sama ( PKS), dimana setiap korban laka lantas yang dirawat di rumah sakit dapat dijamin oleh Jasa Raharja sehingga pasien tidak perlu membayar biaya perawatan ke rumah sakit. Hal ini tentunya memberikan kemudahan kepada para korban yang mengalami musibah. Selain itu kerja sama juga dilakukan dengan instansi lain seperti dengan pihak bank terkait kemudahan pembuatan rekening ahli waris. Dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait validasi keabsahaan data ahli waris korban.

Mengukur sejauh mana kinerja pelayanan Jasa Raharja di sejumlah daerah, Jasa Raharja Kantor Pusat menetapkan beberapa indikator sebagai parameter pelayanan kepada korban kecelakaan. Penilaian tersebut berlaku untuk 29 kantor cabang Jasa Raharja yang berada di seluruh wilayah Indonesia. Indikator ini bertujuan untuk memastikan sejauh mana implementasi sistem dan pelayanan yang diberikan sudah berjalan secara efektif dan efisien dalam membantu masyarkat yang mengalami musibah kecelakaan.

Menyikapi indikator yang ditetapkan kantor pusat, Kepala Jasa Raharja Cabang Bali Abubakar Aljufri menyampaikan bahwa parameter ini menjadi salah satu motivasi untuk tim pelayanan Cabang Bali untuk dapat bersaing secara positif dengan 28 Kantor Cabang Jasa Raharja lainya di seluruh Indonesia terkait pelayanan prima kepada masyarakat.

Lebih lanjut abubakar menjelaskan, sejauh ini sampai dengan periode Februari 2020, pelayanan Cabang Bali sudah sangat baik dalam menindaklanjuti semua indikator yang ada. Namun tetap butuh penanganan dan koordinasi yang baik dengan mitra kerja agar tetap konsisten dalam memperoleh penilaian terbaik.

Sejumlah indikator seperti kecepatan penyelesaian santunan untuk korban meninggal dunia dari tanggal kecelakaan. Jasa Raharja Cabang Bali dapat menyerahkan santunan rata-rata 17 Jam sejak terjadinya kecelakaan dari target 3 hari yang ditetapkan secara nasional. Dengan kata lain, berkat kerja sama dengan berbagai stakeholder, Jasa Raharja Bali menjadi yang tercepat jika dibandingkan dengan provinsi lain dalam hal kecepatan penyerahan santunan kepada ahli waris korban.

Dalam hal pelayanan kepada korban yang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit. 95% tagihan rumah sakit dibayarkan langsung oleh Jasa Raharja sehingga keluarga korban tidak harus mengeluarkan uang pribadi untuk membiayai pengobatan tersebut. Pencapaian kinerja ini jauh di atas target yang ditetapkan perusahaan yaitu 87,5%. Terkait dengan hal tersebut, Kepala Jasa Raharja Cabang Bali selalu mengingatkan bahwa pentingnya menjaga konsistensi untuk memastikan setiap pasien korban laka lantas yang dirawat di rumah sakit mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja sehingga pasien tidak harus melakuan pembayaran secara pribadi.

Lebih lanjut Abubakar menyampaikan, sampai saat ini Jasa Raharja Cabang Bali sudah melakukan kerja sama dengan 66 rumah sakit di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali yang terdiri dari 47 rumah sakit swasta dan 19 rumah sakit pemerintah. Kita akan selalu memastikan koordinasi dengan rumah sakit berjalan dengan baik, sehingga tidak hanya pelayanan kepada korban kecelakaan, tetapi juga pelayanan Jasa Raharja kepada rumah sakit yang telah memberikan penangan medis kepada korban. Untuk menjada cash flow operasional rumah sakit, Jasa Raharja berkomitmen untuk menyelesaikan tagihan rumah sakit tidak lebih dari 14 hari sejak pasien selesai menjalani perawatan.

Abubakar juga selalu mengingatkan kepada jajaran, bahwa indikator hanyalah sebuah parameter untuk mengukur sejauh mana kontribusi Jasa Raharja kepada masyarakat agar dapat terukur. Namun di balik itu semua yang terpeniting adalah melakukan kerja ikhlas, kerja cepat dan tepat untuk memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat adalah yang yang lebih utama. Hal ini tentunya karena penilai sesungguhnya adalah kepuasan masyarakat yang merasakan pelayanan langsung dari Jasa Raharja. Tutup Abu. []