KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Madiun, Tim Forum Komunikasi Lalu Lintas Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan rapat koordinasi pada hari Senin 29 Januari 2024 bertempat di Ruang Rapat Tantya Sudhirajati Polres Madiun. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Jasa Raharja Perwakilan Madiun, Kepala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Madiun, Kepala Dinas Perhubungan Madiun, Kadisbudparpora Kab Madiun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Madiun, Kepala Dinas PUPR Kab Madiun dan Ketua Paguyuban Club otomotif Kab. Madiun. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya menyatukan pemahaman dan kesepakatan serta ide – ide upaya pencegahan apa yang telah dilaksanakan oleh masing-masing anggota forum.

Dalam rapat tersebut Kapala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Madiun

menyampaikan bahwa beberapa titik rawan laka lantas setelah rutin dilakukan survey untuk petugas diperlukan sarana preventif seperti pemasangan lampu rotator dan rambu chevron. Upaya pencegahan laka lantas terus dilakukan oleh tim Satlantas Polres Madiun seperti  sosialisasi ke sekolah, penertiban knalpot brong atau tidak sesuai spesfikasi teknis di setiap sekolah, patrol berkala di jam berangkat dan pulang sekolah. Terkait dengan kendaraan tidak sesuai spesifikasi seperti odong-odong, Tim Satlantas telah melakukan himbauan kepada pemilik odong-odong atau kereta kelinci untuk tidak diperbolehkan dan tidak diijinkan beroperasi di jalan raya, terkecuali apabila ada di daerah pariwisata sesuai ijin dinas terkait.

Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Madiun, Rudi Elfis menyampaikan bahwa kecelakaan terus meningkat, hari ini saja sudah 8 korban Meninggal yang akan kami bayarkan, ada yang dari luar daerah maupun  dari wilayah Madiun. Terkait dengan tingkat laka lantas di Kabupaten Madiun mengalami penurunan aktivitas 5,23% disbanding tahun lalu, hal ini menunjukkan beberapa upaya pencegahan yang telah dilakukan anggota FKLL membuahkan hasil. Rudi Elfis menyampaikan bahwa daerah rawan kecelakaan di madiun ada di kecamatan Geger dengan jumlah 94 kasus, dilanjutkan dengan Kec. Madiun 74 kasus, terakhir di wilayah Kec. Balerejo 72 kasus. Terkait dengan usia rawan laka lantas paling tinggi di usia 15-16 tahun dengan 61 korban meninggal dan 670 luka-luka. Upaya pencegahan laka lantas rutin dilaksanakan bahwa telah dilaksanakan beberapa kegiatan pencegahan laka lantas seperti sms blast didaerah rawan laka lantas, sosialisasi ke sekolah-sekolah, pemberian apresiasi bagi pengguna jalan yang tertib dan pemasangan rambu himbauan keselamatan serta melaksanakan kegiatan pengajar peduli keselamatan lalu lintas.

Dengan adanya rapat FKLL ini diharapkan tingkat kecelakaan di Ngawi mengalami penurunan dan fatalitas korban laka lantas berkurang.[]