KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jl. Letjend Harun Sohar Simpang Empat Bandara Palembang antara pengendara Sepeda Motor Vario dengan nomor Polisi BG-4409-JBA dengan Minibus Avanza dengan nomor Polisi BG-1569-PV, dimana pada kecelakaan tersebut mengakibatkah korban mengalami luka-luka dan 1 korban meninggal dunia. Pengendaran sepeda motor yang diketahui bernama Muhammad Adrian membonceng ibu dan adiknya dengan kecepatan tinggi menerobos traffic ligth ke arah Simpang Talang Jambe menuju Komplek PDK (Pendidikan dan Kebudayaan). Tanpa melihat kondisi sekitar, sepeda motor menabrak sisi samping minibus Avanza sehingga ketiga pengendara sepeda motor terpental di jalan. Ketiga korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Myria untuk mendapat pertolongan, namun naas Sdr. Muhammad Adrian tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit tersebut, sedangkan ibu Dwi Permatasari dan adiknya Faizullah mengalami luka-luka dan sudah mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Myria.

Abdul Haris, Kepala Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan menyampaikan turut berduka cita dan bela sungkawa atas kejadian musibah kecelakaan yang mengakibatkan korban atas nama Muhammad Adrian meninggal dunia. Haris menyampaikan “bahwa korban terjamin Jasa Raharja selaku pengelola Program Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan”. Melalui Kepala Sub Bagian Pelayanan sdr Samuel Ramot santunan korban meninggal dunia sebesar Rp.50 Juta rupiah telah diserahkan langsung kepada Ahli Waris yang sah yaitu orang tua korban dengan mekanisme transfer. terang Haris.

Menindaklanjuti musibah ini, Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan setelah menerima laporan kejadian kecelakaan, langsung berkoordinasi dengan unit Laka Polrestabes Palembang dan mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat serta mengunjungi rumah duka untuk mendapatkan data-data keabsahan ahli waris korban. Berkat dukungan para pihak terutama Unit Laka Satlantas Polrestabes Palembang dan instansi terkait lainnya, santunan pada sore hari yang sama saat kejadian telah dapat diserahkan kepada ahli waris korban. Ujar Haris.

Dana santunan dihimpun dari setiap masyarakat pemilik kendaraan yang membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) bersamaan dengan pengesahan STNK setiap tahun di Kantor Bersama SAMSAT. Untuk itu Haris menghimbau kepada masyarakat pemilik kendaraan untuk tertib dan patuh dalam membayar PKB dan SWDKLLJ agar Pemerintah melalui Jasa Raharja dapat menyerahkan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas dengan cepat, tepat dan utuh, tutup Abdul Haris.[]