KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menyiapkan perekrutan sekitar 10.000 tenaga kerja dalam waktu tiga bulan. BUMN ini membutuhkan tambahan pekerja untuk memperkuat operasional perkebunan dan mengoptimalkan pengelolaan lahan.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menyebut tenaga pemanen sebagai kebutuhan utama. Perusahaan harus bergerak cepat agar hasil perkebunan tidak terbuang akibat keterbatasan tenaga kerja.
Besarnya kebutuhan tersebut membuka peluang kerja di sektor perkebunan. Namun, target perekrutan dalam waktu singkat juga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Lowongan Kerja BUMN Agrinas Palma Tawarkan Gaji 120% UMR
Agrinas Palma mempertimbangkan skema upah hingga 120% dari upah minimum regional (UMR). Besaran upah akan bergantung pada jenis pekerjaan dan kebutuhan operasional di lapangan.
Menurut Ghani, penawaran tersebut bertujuan menarik lebih banyak tenaga pemanen. Perusahaan juga ingin mendorong produktivitas melalui pemberian penghasilan yang kompetitif.
Meski demikian, angka 120% UMR bukan berarti seluruh posisi otomatis memperoleh upah dengan besaran tersebut. Calon pekerja perlu mencermati ketentuan gaji berdasarkan jabatan dan lokasi penempatan.
Kebutuhan tenaga kerja muncul seiring dengan luasnya lahan yang harus dikelola Agrinas Palma. Perusahaan juga menyiapkan pengembangan berbagai komoditas untuk memperkuat nilai ekonomi sektor perkebunan.
Selain kelapa sawit untuk mendukung produksi biodiesel, Agrinas mengembangkan potensi tanaman pangan. Singkong juga menjadi salah satu komoditas yang berpotensi mendukung produksi bioetanol.
Rencana tersebut membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang. Kebutuhan tidak hanya mencakup pemanen, tetapi juga pekerja yang mendukung kegiatan operasional perkebunan.
Agrinas turut melakukan penataan organisasi dan sistem kerja. Langkah ini bertujuan menyesuaikan kapasitas operasional dengan skala pengelolaan lahan perusahaan.
Dari sisi ekonomi, perekrutan massal berpotensi meningkatkan kesempatan kerja di daerah. Aktivitas perkebunan juga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada jumlah pekerja yang direkrut. Perusahaan perlu memastikan produktivitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan operasional berjalan seimbang.
Target 10.000 pekerja dalam tiga bulan menunjukkan besarnya kebutuhan Agrinas Palma. Skema upah kompetitif berpotensi menjadi daya tarik, tetapi realisasinya tetap bergantung pada kebutuhan dan ketentuan setiap posisi.
Bagi masyarakat yang tertarik, informasi resmi mengenai persyaratan, lokasi kerja, dan proses pendaftaran menjadi hal penting untuk diperiksa sebelum melamar. []








