KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Motor listrik saat ini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia karena lebih hemat dan tak butuh BBM.

Potensi pengembangan motor listrik buatan dalam negeri pun mendapat dukungan dari Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick menyatakan pihaknya menyambut positif berbagai inovasi dalam produk motor listrik yang dihasilkan oleh generasi muda di Indonesia.

Bahkan Kementerian BUMN telah menjalin kerja sama sebagai dalam pengembangan industri kendaraan listrik yang menggunakan energi hijau (green energy).

Adapun merk motor listrik nasional yang sudah banyak dipasarkan adalah ‘Gesits’ sebuah produk kendaraan yang dikembangkan Garansindo bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Motor listrik Gesits digarap bersama dengan BUMN dan produksinya sudah jalan, lagi kita kerjasamakan juga dengan Gojek dan Grab,” ungkap Erick Thohir, Jumat (4/3/2022).

Erick mengatakan, beberapa perusahaan pelat merah turut berkontribusi untuk mendukung industry kendaraan listrik tersebut, di antaranya PT WIKON, PT Pindad, PT Len Industri, PT Pertamina, dan PT Telkomsel.

Banyak perusahaan yang turut dalam proyek ini menjadi bukti keseriusan Kementerian BUMN untuk terus melakukan pengembangan industri kendaraan listrik.

Dengan pengembangan industri kendaraan listrik yang sudah dimulai akan mempersiapkan Indonesia dalam menyongsong era “Indonesia Emas” di tahun 2045 mendatang.

“Kementerian BUMN akan terus membuka pintu untuk kerjasama dalam pengembangan produknya untuk menyongsong Indonesia Emas,” tutup Erick.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo meresmikan kolaborasi pengembangan kendaraan listrik antara BUMN dengan swasta, yaitu dari Pertamina, Gesits, Gojek, TBS Energi Utama, Electrum, serta Gogoro asal Taiwan.

Jokowi menegaskan, pemerintah serius dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya dengan memproduksi kendaraan listrik yang disiapkan dari hulu hingga hilir.

Pemerintah sendiri sudah menargetkan di tahun 2030 nanti, Indonesia mampu menurunkan emisi sebanyak 29 persen, dan emisi nol (net zero emission) di tahun 2060.

“Kita juga menargetkan Indonesia nantinya tidak hanya sekadar memproduksi, tetapi juga eksportir kendaraan listrik,” harapnya.

Presiden RI juga mengapresiasi kemajuan kendaraan listrik di tanah air dan berharap ke depan dapat didukung industri baterai yang juga semakin berkembang. []