KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Jasa Raharja terus berupaya meningkatkan kualitas layanananya. Tidak hanya menekankan kehadiran secara fisik (human touch) tapi juga dari sisi teknologi informasi sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin canggih.

SIVERA (Sistem Verifikasi Biaya Rawatan) adalah salah satu program Jasa Raharja meningkatkan kualitas pengobatan di rumah sakit yang bekerja sama dengan Admedika, salah satu anak usaha PT Telkom yang berfokus dengan Total Health Solution yakni menyediakan layanan administrasi klaim yang terintegrasi dengan teknologi.

Dengan bantuan SIVERA, Santunan Jasa Raharja diharapkan dapat digunakan secara maksimal karena biaya pengobatan langsung diverifikasi secara sistem. Hal ini tentu memudahkan proses penyerahan santunan oleh Jasa Raharja dan memudahkan masyarakat untuk melakukan pengobatan lanjutan jika plafon masih tersedia.

Kepala Perwakilan PT. Jasa Raharja Singkawang yang membawahi wilayah SingBeBas (Singkawang, Bengkayang dan Sambas), Gunawan membenarkan informasi tersebut.

“Iya betul, Sivera merupakan salah satu terobosan Jasa Raharja di bidang layanan yang terintegrasi dengan IT, kerjasamanya sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu dan hingga saat ini masih dalam proses implementasi. Di bulan ini (Maret 2022-red) pihak Admedika juga sudah turun langsung ke rumah sakit yang ada di Wilayah SingBeBas. Sistemnya adalah nanti ada aplikasi yang dipasang di rumah sakit, terhubung dengan Jasa Raharja dan Admedika itu sendiri sebagai verifikator. Itu sangat membantu kami dan juga masyarakat nantinya”, terangnya.

Dengan bantuan Sivera, Jasa Raharja dapat membayarkan tagihan rumah sakit lebih cepat dan masyarakat yang akan melanjutkan pengobatan dapat segera bisa berobat tanpa harus menunggu konfirmasi dari Jasa Raharja.

“Selama ini kami menggunakan dokter konsultan untuk verifikasi berkas tagihan dari rumah sakit, tentu saja itu membutuhkan waktu, karena manual. Disisi lain, jaminan pengobatan Jasa Raharja itu bersifat terbatas yakni maksimal 20 juta rupiah, ketika pengobatan pertama tagihanya belum resmi kami terima, kami belum mengetahui apakah korban/pasien masih memiliki sisa jaminan atau tidak, sedangkan pasien mau melanjutkan pengobatan atau kontrol ke rumah sakit. Jadi pasien harus konfirmasi dulu ke kita. Dengan bantuan Sivera ini, proses seperti ini akan jauh lebih cepat dan mudah”, tutupnya.

Sesuai dengan ketentuan dalam peraturan menteri keuangan nomor 15/PMK.010/2017 dan 16/PMK.010/2017, Jasa Raharja menjamin biaya pengobatan maksimal 20 juta rupiah, santunan cacat tetap maksimal 50 juta rupiah dan santunan meninggal dunia sebesar 50 juta rupiah serta biaya penguburan 4 juta rupiah untuk korban yang tidak memiliki ahli waris yang sah menurut undang-undang. Selain itu terdapat manfaat tambahan untuk penggantian biaya P3K dan Ambulance sebesar masing-masing 1 juta rupiah dan 500 ribu rupiah atas kecelakaan lalu lintas maupun alat angkutan umum sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku.[]