KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Jalur rawan kecelakaan Trans Kalimantan kembali merenggut korban jiwa. Seorang pelajar meninggal di tempat kejadian setelah kendaraan yang ditumpanginya bertabrakan dengan sebuah truk di Jalan Raya Trans Kalimantan tepatnya di Tikungan Kedokok, Desa Teluk Bakung, Kubu Raya pada Sabtu (16/04) sore. Diketahui mobil yang ditumpangi korban bersama dengan kakaknya dari arah Pontianak itu hilang kendali ke sisi kanan jalan sesaat sebelum menabrak sebuah truk dari arah berlawanan.

PT Jasa Raharja sebagai penyelenggara Program Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami telah menugaskan Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Kubu Raya, Eryan Syaftari untuk menindaklanjuti kejadian kecelakaan tersebut. Ada dua korban dalam musibah kecelakaan ini dan keduanya ini kakak beradik. Si kakak yang membawa mobil mengalami patah tulang tangan sedangkan si adik meninggal dunia di tempat”, terang Wisnu Wardana, Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Barat saat ditemui di kantornya.

Diterangkan lebih lanjut, Jasa Raharja Kalbar telah menemui orang tua kandung korban pada Senin (18/04) untuk memastikan keabsahan ahli waris guna penyerahan santunan. Dari survei tersebut diketahui pula bahwa korban yang mengalami cidera patah tulang memilih untuk berobat secara tradisional setelah sebelumnya diberikan pertolongan pertama di IGD RSUD Soedarso.

“Santunan untuk korban meninggal dunia sebesar 50 juta rupiah telah kami serahkan kepada ahli waris yang merupakan ibu kandung korban pada Selasa, 19 April 2022”, lanjutnya.

Wisnu menyebutkan bahwa Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan untuk korban sampai dengan batas maksimal 20 juta apabila suatu ketika korban hendak berobat ke fasilitas kesehatan selama belum melebihi batas waktu maksimal kadaluarsa.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan rasa belasungkawa dan prihatin kepada keluarga atas musibah yang menimpa kedua korban. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara agar tetap selamat sampai tujuan.

“Tetap berhati-hati dan jangan ngebut. Para orang tua hendaknya lebih bijak dalam memberikan fasilitas kepada anak-anaknya dan jangan biarkan anak dibawah umur membawa kendaraan bermotor agar kejadian serupa tidak terulang kembali”, tutupnya.[]