KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) yang berada di Kalimantan Timur mulai berjalan.

PT Waskita Karya sebagai BUMN karya telah melakukan persiapan untuk turut menggarap mega proyek ini, terlebih Kelapa Badan Otorita IKN sudah resmi dilantik.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sedang membidik sejumlah kontrak konstruksi dalam proyek pembangunan IKN.

Untuk mengikuti tender proyek IKN, pihak perseroan sudah menyiapkan likuiditas hingga tim setingkat manajer senior di Kota Balikpapan Kalimantan Timur.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Novianto Ari Nugroho mengungkapkan pihaknya sudah mempersiapkan kemampuan likuiditas yang jauh lebih baik.

Persiapan yang matang di jajaran tim teknis dan likuiditas ini sebagai bentuk komitmen WSKT dalam berpartisipasi pada pembangunan IKN Nusantara.

“Kami sudah lakukan berbagai persiapan, termasuk transformasi bisnis yang jauh lebih baik. Jadi untuk tim SVP sudah dibentuk dan berkantor di Balikpapan,” kata Novianto Ari, Kamis (10/3/2022).

Novianto menjelaskan, peningkatan likuiditas perusahaan ini dilakukan melalui proses implementasi 8 streams penyehatan Waskita.

Kondisi keuangan Waskita juga semakin membaik dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah selama proses restrukturisasi.

Menurutnya, hal ini turut memberikan optimisme bagi pihak perseroan untuk bisa berkontribusi dan memberikan kinerja terbaik dalam proyek pembangunan IKN.

“Jadi dari modal dan teknis, kami siap untuk berpartisipasi pada proyek ini dan membidik proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai oleh APBN,” ungkapnya.
Diketahui, BUMN sektor jasa konstruksi ini juga akan melakukan rights issue di tahun ini dengan menargetkan dana segar sebesar Rp3,9 triliun.

KINERJA MEMBAIK

Sementara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WSKT, Taufik Hendra Kusuma menyebutkan neraca keuangan perusahaan memang sudah membaik.

Hal itu karena adanya suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue yang membuat total ekuitas ada di angka Rp20,13 triliun.

Current ratio WSKT juga membaik yang kini di angka 1,75 persen naik signifikan dari sebelumnya yang sempat berada di bawah 1 persen dan debt to equity ratio (DER) naik jadi 3,4 persen.

“Jadi semua peningkatan ini sudah cukup aman bagi perseroan untuk sementara waktu. Memang masih negatif jika melihat dari proyeksi sebelumnya, tapi secara perlahan akan diimbangi dengan proses divestasi yang mudah-mudahan on track,” tandasnya. []