KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia atau PT Kereta Api Indonesia terus menunjukkan transformasi besar dalam layanan transportasi nasional. Perusahaan pelat merah tersebut berhasil mencatat jumlah penumpang KAI lebih dari 500 juta orang sepanjang 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan modernisasi layanan yang dilakukan KAI selama lebih dari satu dekade terakhir. Jika sebelumnya layanan kereta identik dengan kepadatan penumpang dan minim kenyamanan, kini transportasi berbasis rel menjadi salah satu pilihan utama masyarakat.
Transformasi besar mulai terlihat sejak era kepemimpinan Ignasius Jonan pada 2009. Perubahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan disiplin operasional, kebersihan stasiun dan kereta, hingga penataan sistem pelayanan penumpang.
KAI juga memperkuat inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa. Penjualan tiket kini berlangsung secara digital melalui aplikasi dan platform daring. Selain itu, layanan pelanggan semakin responsif melalui media sosial dan kanal digital lainnya.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, mengatakan jumlah penumpang KAI pada 2025 berhasil melampaui angka 500 juta orang.
“Di 2025 kemarin sudah lebih dari 500 juta penumpang,” ujar Anne.
Penumpang KAI Naik Seiring Inovasi dan Modernisasi
Pertumbuhan penumpang KAI tidak lepas dari peningkatan kualitas layanan di berbagai segmen perjalanan. Pada layanan kereta jarak jauh, KAI menghadirkan inovasi seperti kereta Panoramic yang menawarkan pengalaman perjalanan premium dengan jendela sunroof.
KAI juga meningkatkan kenyamanan di kelas ekonomi. Jika sebelumnya kereta ekonomi identik dengan kondisi padat dan panas, kini seluruh rangkaian telah dilengkapi pendingin udara dan fasilitas yang lebih nyaman.
Selain kereta jarak jauh, pertumbuhan penumpang juga datang dari transportasi urban seperti KRL dan LRT. KAI menilai moda transportasi berbasis rel semakin dibutuhkan masyarakat karena menawarkan efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
Anne menjelaskan bahwa pertumbuhan pengguna transportasi urban mencapai lebih dari 10 persen. Kondisi tersebut mendorong KAI untuk menyiapkan investasi jangka pendek dan jangka panjang dalam lima tahun mendatang.
Perusahaan juga terus memperluas pengembangan layanan berbasis rel guna mendukung mobilitas masyarakat di kota besar. KAI optimistis tren pertumbuhan penumpang akan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan transportasi publik modern.
Keberhasilan transformasi tersebut sekaligus memperkuat posisi KAI sebagai salah satu BUMN transportasi paling progresif di Indonesia. Dengan layanan yang semakin modern, aman, dan nyaman, KAI kini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat nasional. []








