KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau telah menyerahkan santunan untuk korban meninggal dunia sebesar 900 juta rupiah. Penyerahan santunan tersebut telah dilakukan selama bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2022 atau pada triwulan pertama tahun 2022. Nominal santunan tersebut lebih besar dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun 2021. Kenaikan tersebut sendiri mencapai 22% yang mana angka tersebut bukan angka yang kecil bagi Jasa Raharja. Besaran santunan meninggal dunia ditentukan sebesar lima puluh juta rupiah yang diserahkan kepada ahli waris korban sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara (selanjutnya disebut dengan PMK Nomor 15/2017) dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (selanjutnya disebut dengan PMK Nomor 16/2017). Sedangkan untuk aturan ahli waris korban penerima santunan Jasa Raharja diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1965.

“Santunan meninggal dunia yang telah kami serahkan sejauh ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, hal ini menunjukkan makin meningkatnya fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Kepulauan Riau. Harus menjadi perhatian kita bersama” ucap Mulyadi, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau (12/4). Jasa Raharja Cabang Kepri memperkirakan bahwa mobilitas masyarakat yang semakin meningkat akibat telah melonggarnya peraturan kesehatan terkait COVID-19 juga mengambil andil dalam peningkatan korban maupun fatalitas korban akibat kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Kepulauan Riau. Peningkatan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ini tentunya menjadi perhatian bagi berbagai pihak, dalam hal ini Jasa Raharja, yang merupakan penjamin pertama bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Dalam menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja telah bekerjasama dengan seluruh rumah sakit di wilayah Kepulauan Riau yaitu sebanyak 33 rumah sakit untuk dapat memberikan pertolongan dan penanganan kepada para korban kecelakaan lalu lintas ketika mengalami cedera. Selain itu, kerjasama tersebut juga ditujukan agar masyarakat tidak perlu lagi melakukan pembayaran ke rumah sakit selama masih dalam jaminan Jasa Raharja. Hal tersebut agar hak para korban dapat diberikan secara optimal sesuai penjaminan Jasa Raharja. Sebagai kontribusi Jasa Raharja dalam menggalakkan sadar berkeselamatan lalu lintas, Jasa Raharja senantiasa melakukan sosialisasi secara online maupun offline sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Jasa Raharja hadir memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui 2 (dua) program asuransi sosial, yaitu Asuransi Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Umum yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang serta Asuransi Tanggung Jawab Menurut Hukum Terhadap Pihak Ketiga yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.[]