KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Jumat 18 Maret 2022, bertempat di Rumah Sakit Umum Sint Lucia Siborongborong Tapanuli Utara, PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Utara melalui PT Jasa Raharja Perwakilan Pematangsiantar melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Rumah Sakit Umum Sint Lucia Siborongborong. Kegiatan penandatanganan dilakukan oleh Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Pematangsiantar Bapak Noviar Andhika Panji Wiratama bersama dengan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Sint Lucia Siborongborong dr. Rikardo.

Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Pematangsiantar Bapak Noviar Andhika Panji Wiratama menyampaikan bahwa Jasa Raharja senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat salah satunya dengan memperluas kerja sama dengan rumah sakit. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kecepatan penanganan dan pendataan korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas secara terpadu.

“Dengan adanya perluasan kerja sama ini, kami berharap lebih mampu memudahkan masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas untuk mendapatkan pertolongan, pengobatan dan perawatan”. Korban kecelakaan tidak perlu membayar tagihan rumah sakit terlebih dahulu dan melakukan penggantian kuitansi secara reimburse ke Jasa Raharja namun pihak rumah sakit yang akan menagihkan biaya rawatan langsung kepada Jasa Raharja”,jelas Panji.

“Sampai dengan saat ini, khusus untuk wilayah kerja PT Jasa Raharja Perwakilan Pematangsiantar yang meliputi Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Jasa Raharja telah bekerjasama dengan 19 rumah sakit. Sementara untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, Jasa Raharja secara total telah bekerjasama dengan 152 rumah sakit”, lanjut Panji.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK/010/2017 dan Nomor 16/PMK/010/2017, besaran santunan biaya perawatan luka-luka bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan maksimal sebesar Rp 20 juta, penggantian biaya P3K di IGD maksimal sebesar Rp 1 juta, dan penggantian biaya ambulans maksimal sebesar Rp 500 ribu.

“Semoga kedepannya kami akan terus memperluas kerja sama dengan rumah sakit lain yang belum bekerjasama dengan kami”, tutup Panji.[]