KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT PAL Indonesia (Persero) menargetkan pengerjaan lebih dari 20 unit kapal sepanjang 2026. Proyek ini berada di luar kontrak eksisting dan menjadi bagian dari strategi percepatan penguatan industri galangan nasional. Fokus utama terletak pada distribusi pekerjaan ke berbagai galangan kapal dalam negeri yang telah memenuhi standar teknis.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa puluhan kapal tersebut akan dikerjakan melalui pola kolaborasi dengan galangan yang memiliki komitmen serta kapabilitas memadai. Strategi ini bertujuan menjaga kualitas, ketepatan waktu, serta efisiensi biaya produksi.

Ia menegaskan, seluruh pesanan kapal tahap awal berasal dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Pendekatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri serta memperkuat rantai pasok industri maritim nasional.

Dalam merealisasikan proyek besar tersebut, PT PAL melibatkan sekitar 100 perusahaan industri pendukung. Konsolidasi ini mencakup sektor baja, mesin, sistem navigasi, hingga peralatan kelistrikan. Langkah kolaboratif tersebut diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang sehat dan mempercepat transfer teknologi.

Kaharuddin menjelaskan bahwa penguatan ekosistem maritim tidak bertujuan memonopoli pasar. Program ini dijalankan sebagai bentuk penugasan strategis pemerintah guna meningkatkan daya saing industri nasional. Melalui sinergi lintas sektor, industri maritim diharapkan tumbuh secara berkelanjutan dan mandiri.

Ia menargetkan, dalam dua hingga tiga tahun mendatang, tingkat kandungan lokal industri pendukung mampu menembus 50 hingga 60 persen. Capaian tersebut diyakini akan memperkuat struktur industri dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada impor komponen.

Pesanan Kapal PT PAL Dorong Sinergi BUMN

Sejalan dengan upaya tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk turut berperan sebagai pemasok utama plat baja perkapalan. Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyampaikan kesiapan perseroan dalam mendukung kebutuhan baja nasional yang sesuai spesifikasi maritim.

Menurutnya, ketersediaan baja berkualitas tinggi menjadi fondasi penting dalam membangun industri galangan yang kompetitif. Sinergi antara produsen baja dan galangan kapal diyakini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan industri strategis nasional.

Kolaborasi lintas BUMN ini juga berpotensi mempercepat realisasi visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan ekosistem yang solid, sektor perkapalan nasional dapat memainkan peran lebih besar dalam mendukung logistik, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi.

Melalui penguatan PESANAN KAPAL PT PAL dan keterlibatan industri pendukung, Indonesia semakin mendekati kemandirian industri maritim. Strategi ini tidak hanya memperkuat struktur ekonomi, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang bagi daya saing nasional di tingkat global. []