KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama investasi internasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pendekatan langsung kepada pelaku usaha global.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengundang pengusaha Jepang untuk membangun kemitraan investasi dengan lembaga pengelola aset negara.

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum bisnis yang digelar di Tokyo pada akhir Maret 2026. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jaringan investasi dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Dalam kesempatan itu, pemerintah menekankan komitmen untuk menjaga stabilitas dan keamanan investasi. Reputasi Indonesia dalam memenuhi kewajiban keuangan menjadi salah satu faktor utama yang ditawarkan kepada calon investor.

Menurut Presiden, rekam jejak Indonesia menunjukkan konsistensi dalam menjaga kredibilitas fiskal selama beberapa dekade. Stabilitas tersebut menjadi fondasi penting bagi kepercayaan investor internasional.

Ia menegaskan bahwa pemerintah selalu berupaya melindungi kepentingan investor melalui kebijakan yang transparan dan akuntabel. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.

Selain itu, pemerintah menilai reputasi keuangan yang kuat menjadi modal penting dalam menarik arus investasi global. Kepercayaan investor dinilai sebagai salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Investor Jepang Didorong Bermitra dalam Pengelolaan Aset Strategis

Pemerintah juga memperkenalkan peran strategis Danantara sebagai lembaga pengelola investasi nasional. Lembaga ini bertugas mengelola berbagai aset negara secara profesional dan terintegrasi.

Melalui pengelolaan terpusat, pemerintah ingin memastikan setiap aset negara memberikan nilai tambah yang optimal. Strategi tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan kekayaan nasional.

Program kemitraan dengan Investor Jepang diharapkan memperkuat kapasitas pendanaan dan transfer teknologi. Kolaborasi ini juga dapat membuka peluang investasi baru di berbagai sektor strategis.

Presiden menjelaskan bahwa pengelolaan aset nasional kini berada dalam satu sistem manajemen yang terkoordinasi. Pendekatan tersebut memudahkan pengawasan serta meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan investasi.

Kinerja lembaga pengelola investasi tersebut juga menunjukkan perkembangan yang positif dalam waktu singkat. Pemerintah mencatat peningkatan hasil pengelolaan aset yang signifikan sejak lembaga tersebut mulai beroperasi.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan aset negara dapat dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Pemerintah melihat potensi besar untuk mengembangkan model investasi yang lebih modern dan efisien.

Dengan dukungan investor global, Indonesia berpeluang mempercepat pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan kolaborasi investasi internasional dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi utama di kawasan Asia. []