KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Proyek pembangunan IKN masih menjadi incaran berbagai perusahaan konstruksi, baik BUMN maupun swasta.

Salah satu BUMN Karya yang baru dapat kontrak besar dari proyek pembangunan IKN Nusantara adalah PT Hutama Karya (Persero).

Hutama Karya baru saja mendapat kontrak senilai Rp5 triliun dari sejumlah kontrak proyek pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan Timur.

Jenis pekerjaan yang masuk dalam kontrak tersebut yaitu proyek jalan tol IKN dan beberapa gedung perkantoran.

Direktur Hutama Karya, Budi Harto mengatakan, untuk nilai kontrak pengerjaan jalan tol mencapai Rp3,2 triliun, jika ditambah pengerjaan gedung totalnya menjadi Rp5 triliun.

“Kami telah mengikuti proses tender proyek, dan Hutama Karya terpilih menjadi kontraktor di beberapa proyek,” jelas Budi di kantor Kementerian BUMN, Kamis (29/9/2022).

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Hutama Karya jadi pemenang tender proyek Jalan Tol IKN Segmen Karangjoang-KKT Kariangau.

Tender proyek ini diikuti sekitar 132 perusahaan, termasuk sesama BUMN, seperti Wijaya Karya, Waskita Karya, Brantas Abipraya, Adhi Karya dan PT Nindya Karya.

Hutama Karya jadi pemenang proyek tol ini setelah memberikan harga penawaran Rp3,33 triliun, sementara nilai pagu paket proyek ini adalah Rp3,47 triliun.

Sebelumnya, emiten berkode HK ini juga telah mengamankan kontrak baru dari proyek Bangunan Pelengkap Jembatan Pulau Balang dan Pembangunan Pelindung Tumbukan Kapal (Fender).

Untuk pengerjaan Jembatan Pulau Balang, dilakukan dengan kerjasama operasional (KSO) antara Hutama Karya, Adhi Karya dan Bangun Cipta dengan nilai kontrak Rp291 miliar.

Budi Harto menyatakan saat ini pihaknya sudah memulai tahap persiapan untuk beberapa tender yang sudah teken kontrak agar bisa langsung dieksekusi.

“Untuk proyek pembangunan IKN sudah ada beberapa proyek yang kita menangkan dan sudah selesai, jadi ini yang segera kita persiapan,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, total anggaran untuk pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara pada periode 2022 – 2024 mencapai Rp43,73 triliun.

Kementerian PUPR sendiri sudah meneken 19 paket proyek IKN senilai Rp5,32 triliun dengan nilai paket yang bervariasi, mulai terendah Rp1,6 miliar hingga tertinggi Rp291 miliar. []