KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Pada tanggal 22 April 2022, bertempat di Terminal Tipe A Batoh Kota Banda Aceh PT. Jasa Raharja Cabang Aceh bersama dengan instansi terkait seperti Ditlantas, BPTD Wilayah I Aceh, Dinas Perhubungan melaksanakan kegiatan laik jalan kendaraan (Ramp Check) bagi angkutan penumpang umum yang akan membawa para penumpang selama mudik Lebaran 1443 H.

Dalam kegiatan ramp check ini kendaaan bus diperiksa kelaikannya, mulai dari kelengkapan dokumen administrasi seperti surat uji kendaraan, unsur teknis utama seperti penerangan dan pengereman serta unsur teknis penunjang. Pada kegiatan Rampcheck di Terminal bus Batoh ini nampak sdh terjadi kenaikan jumlah Penumpang yang menuju ke arah Timur Aceh, antara lain kota Tujuan Langsa dan Medan, ditekankan pula oleh Dirlantas bahwa program booster yg dapat terintegrasi pada aplikasi Pedulilindungi menjadi salah satu monitoring untuk calon penumpang yang akan memanfaatkan jasa angkutan darat / bus umum.

Regy S. Wijaya Selaku Kepala PT. Jasa Raharja Cabang Aceh menyampaikan “PT. Jasa Raharja Cabang Aceh mengikuti pelaksanaan Ramp Check ini sebagai bentuk kepedulian PT. Jasa Raharja dalam upaya meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas dan memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa transportasi angkutan umum dalam melakukan perjalanan mudik lebaran.”

Dalam kesempatan ini PT. Jasa Raharja juga turut menyosialisasikan tugas dan pokok fungsi PT. Jasa Raharja yaitu Dana Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Umum yang didasarkan UU No. 33 tahun 1964 dan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan didasarkan pada UU No. 34 Tahun 1964.

Sesuai Program Perlindungan Dasar Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, PT Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap dan penggantian biaya perawatan akibat kecelakaan yang disebabkan oleh alat angkutan umum baik darat, laut maupun udara. Santunan tersebut berasal dari dana Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) yang dibayarkan penumpang pada saat membayar tiket atau ongkos angkut Besaran Iuran Wajib diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Ferry/Penyeberangan, Laut, dan Udara. Tutup Regy S. Wijaya. []