KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Sekuritisasi aset menjadi salah satu bisnis PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang ditargetkan tumbuh di tahun ini.

Bahkan sepanjang tahun 2022, BUMN ini menargetkan nilai sekuritisasi aset bisa mencapai Rp500 miliar.

Selain meningkatkan sekuritisasi aset, PT SMF juga menargetkan pertumbuhan di sektor penyaluran pembiayaan dibandingkan tahun lalu.

Direktur SMF Heliantopo mengatakan, likuiditas yang masih tebal, pendanaan untuk kegiatan komersial akan disiapkan sekitar Rp3,3 triliun.

Ia menyebut, perseroan akan bisa lebih ekspansif menyalurkan pembiayaan dengan menjalin kerja sama, komunikasi, dan koordinasi bersama lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan.

“Untuk yang sekuritisasi aset, tahun ini kita targetkan bisa mencapai Rp500 miliar, dan untuk penyaluran pinjaman tahun ini targetnya juga naik dari tahun lalu yang nilainya Rp8,8 triliun,” kata Heliantopo dalam konferensi pers daring, Rabu (23/3/2022).

Topo menjelaskan produk yang dikeluarkan SMF saat ini semakin lengkap untuk pembiayaan terkait perumahan KPR agar bisa melayani segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

OPTIMALKAN EKUITAS & KEBUTUHAN PENDANAAN

Sementara Direktur PT SMF, Trisnadi Yulrisman menambahkan, pihaknya akan mengoptimalkan ekuitas yang tersedia Rp14 triliun.

Menurutnya, banyak dari perbankan penyalur KPR yang belum memanfaatkan dana SMF di tahun 2021 karena likuiditasnya berlebih.

Maka di tahun ini SMF berharap mampu mengoptimalkan kebutuhan pendanaan dari perbankan yang mulai berkurang.

“Untuk tahun ini pendananya ada sekitar Rp3,3 triliun, ini dikaitkan dengan pertumbuhan dari rencana penyaluran pembiayaan/pinjaman. Ini bisa lebih atau kurang, tergantung dari kegiatan pembiayaannya sendiri,” kata dia.

Kemudian untuk kebutuhan dana terkait KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), BUMN ini juga sudah dana hingga Rp2 triliun.

Dana untuk FLPP ini nantinya akan digabung bersamaan dengan penerbitan surat utang agar memenuhi kebutuhan pendanaan 25 persen untuk sekitar 200 ribu unit rumah yang masuk di pembiayaan FLPP.

Untuk diketahui, kinerja SMF di tahun 2021 mengalami pertumbuhan positif di berbagai aspek, terutama dari sisi laba bersih yang mencapai Rp 460 miliar.

Aset perusahaan nilainya mencapai Rp33,7 triliun, penyaluran pinjaman sebesar Rp8,8 triliun, serta penerbitan surat utang Rp7,6 triliun.

Sementara untuk transaksi sekuritisasi aset, sejak tahun 2009 sudah memfasilitasi 14 kali transaksi dengan total akumulatif Rp12,78 triliun dan dana yang dialirkan mencapai Rp77,96 triliun. []