KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan strategi komprehensif untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 1447 H. Perusahaan pelat merah ini resmi menerapkan program diskon tarif serta kebijakan Single Tarif ASDP FERRY pada periode Angkutan Lebaran 2026. Langkah ini bertujuan menciptakan perjalanan yang lebih terjangkau, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut hadir sebagai respons atas meningkatnya mobilitas publik setiap musim mudik. ASDP menggandeng berbagai kementerian dan instansi terkait untuk mengurai kepadatan di pelabuhan utama. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp35,55 miliar guna mendukung program ini. Dana tersebut ditargetkan menjangkau 403.487 penumpang serta 945.501 unit kendaraan. Secara keseluruhan, kebijakan ini diproyeksikan memberi manfaat bagi sekitar 2,4 juta jiwa selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.
Program diskon berlaku di 14 pelabuhan strategis pada lintasan utama nasional. Sejumlah rute prioritas meliputi Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Ajibata–Ambarita, serta Sape–Labuan Bajo. Kebijakan ini menyasar pejalan kaki dan kendaraan tertentu, baik pada layanan reguler maupun eksekutif.
Single Tarif ASDP FERRY Dorong Pemerataan Arus Penyeberangan
Inovasi terbesar mudik tahun ini terletak pada penerapan Single Tarif ASDP FERRY di lintasan tersibuk Merak–Bakauheni. Dalam kebijakan ini, tarif layanan eksekutif disamakan dengan layanan reguler untuk golongan tertentu. Skema ini dirancang guna meredam lonjakan permintaan pada jam-jam padat.
Single tarif berlaku saat arus mudik pada 13–20 Maret 2026 dan arus balik pada 23–29 Maret 2026. Pengaturan lalu lintas sepenuhnya dikendalikan petugas pelabuhan agar distribusi kendaraan berjalan merata. Dengan sistem ini, potensi antrean panjang dapat ditekan secara signifikan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat. ASDP ingin menghadirkan mudik yang tertib, aman, serta ekonomis. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci terciptanya layanan publik yang berkualitas.
Di sisi lain, ASDP juga memperkuat sistem digital melalui platform Ferizy. Pemesanan tiket dapat dilakukan sejak H-60 sebelum keberangkatan. Sistem ini mempermudah perencanaan perjalanan sekaligus mengurangi antrean di pelabuhan. Tiket dikirim melalui WhatsApp atau email dengan opsi pembayaran digital yang lengkap.
ASDP mengimbau seluruh calon pemudik agar membeli tiket lebih awal, datang sesuai jadwal, serta mengisi data penumpang secara akurat. Dengan integrasi diskon, single tarif, dan digitalisasi layanan, ASDP optimistis mudik 2026 akan berjalan lebih lancar dan manusiawi. []








