KORPORATNEWS.COM, Jakarta –  Tarif LRT Jabodebek mulai disiapkan oleh  PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Saat ini besaran tarif LRT Jabodebek ini masih dilakukan pengkajian oleh PT KAI bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Diketahui angkutan umum Light Rapid Transit atau LRT ini ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Agustus mendatang, artinya persiapan hanya tinggal 6 bulan lagi.

Adapun skema tarif LRT yang sedang dirancang terdiri dari dua bagian yaitu tarif dasar dan tarif tambahan per kilometer berikutnya.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, tarif LRT Jabodebek rata-rata maksimal yang diusulkan PT KAI masih sangat terjangkau yakni Rp15 ribu.

“Penentuan tarifnya ada dari hitungan per kilometernya, maka jarak dekat dan jarak jauh kita kenakan tarif yang berbeda biar fair. Ini yang masih dilakukan pengajian dan pembahasan bersama sebelum nanti LRT Jabodebek resmi beroperasi,” kata Joni Martinus.

Jika penetapan tarif LRT Jabodebek ini sudah rampung, barulah pihak KAI dan Kemenhub melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas.

Menurutnya, dengan skema tarif progresif ini para pelanggan LRT akan mendapat keuntungan dan fair, dan sebelumnya telah disurvei terkait Demand, Ability to Pay dan Willingness to Pay pada akhir 2021.

Untuk diketahui, moda transportasi yang baru ini akan mengoperasikan 27 trainset LRT per hari Dimana, dengan 1 trainset terdiri dari 6 unit kereta.

Jika ditotal, setiap harinya akan ada 560 perjalanan LRT dengan kapasitas angkut hingga 114 ribu orang, sebab 1 trainsetnya mampu mengangkut 740 pelanggan.

Namun jika kondisinya sedang padat, satu transet LRT ini masih bisa ditambah dengan jumlah maksimal penumpang sekitar 1.300 orang.

Joni menyebtukan dibangunnya LRT ini sebagai komitmen pelayanan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang terjangkau dan aman bagi warga Jabodebek mulai dari pagi hingga tengah malam.

“Untuk jam operasinya kami persiapkan mulai pagi subuh hingga pukul 23.00 WIB. PT KAI juga akan melakukan perawatan dan pengecekan berkala agar menjaga keamanan perjalanan LRT,” bebernya.

Untuk menjamin keamanan, PT KAI juga telah melengkapi LRT Jabodebek dengan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) yang mampu memproyeksikan jadwal secara otomatis dan disupervisi dari pusat kendali. []