KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Diduga tidak fokus saat berkendara, Syafrudin Dahlan (29 Th) menabrak seorang pejalan kaki, yang hendak menyeberang jalan di Namosain, pada Selasa, 06 September 2022.

Akibat tertabrak motor Yamaha Jupiter MX tersebut, korban Alexander Nggeli (76 Th) alami luka-luka dan sempat tidak sadarkan diri di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian dilarikan ke RSUD W. Z. Yohanes Kupang utnuk mendapatkan perawatan, namun koban meninggal dunia selang beberapa jam kemudian.

Mendapati informasi tersebut, petugas Mobile Service Bayu Pramono, didampingi Staf Pelayanan Jasa Raharja Fransiska N Kabelen melakukan kunjungan ke rumah duka di Kelurahan Namosain, Alak, Kota Kupang.

Kepala PT. Jasa Raharja Cabang NTT, Muhammad Hidayat yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (8/9/2022) mengakui kasus tersebut.

Dijelaskan Muhammad Hidayat, kecelakaan terjadi di wilayah tempat tinggal pelaku dan korban yakni di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Dimana saat itu, Syafrudin Dahlan mengendarai motor tanpa helm, dan melambung ingin mendahului kendaraan yang ada didepannya dari sebelah kanan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut, terlebih pengendara motor tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan tidak menggunakan helm,” sesal Muhammad Hidayat.

Pada peristiwa tersebut, ungkap Muhammad Hidayat, Jasa Raharja Cabang NTT tetap memberikan atensi serius terutama untuk korban pejalan kaki yang terjamin sesuai ketentuan yang berlaku.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017, besarnya santunan untuk korban kecelakaan yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan adalah sebesar Rp 50 juta, penggantian biaya perawatan sebesar maksimal Rp 20 juta, biaya ambulans paling banyak Rp 500 ribu dan biaya P3K paling banyak Rp 1 juta,” terangnya.

Dikatakan Muhammad Hidayat, santunan diberikan langsung kepada ahli waris yakni Yuan Nggeli, selaku anak kandung Alexander Nggeli, senilai Rp. 50 Juta.

“Saya perlu mengingatkan, sebelum berkendara, harus melengkapi surat-surat kendaraan dan kelengkapan lainnya seperti helm,” ujar Muhammad Hidayat mengingatkan. []