KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Jasa Raharja terus melakukan upaya perbaikan guna melayani masyarakat khususnya korban kecelakaan lalu lintas jalan. Langkah-langkah strategis ditempuh guna mewujudkan pelayanan sebagaimana visi dan misi perusahaan. Bukan hanya pelayanan dikota-kota besar tapi juga hingga pelosok negeri bahkan daerah terpencil sekalipun.

Diketahui bahwa Kabupaten Sambas yang berada di pesisir barat Pulau Kalimantan memiliki cakupan wilayah 639.570 Ha dan mewakili 4.36% dari luas Provinsi Kalimantan Barat. Dengan kondisi geografis tersebut pelayanan yang merata untuk semua masyarakat tentunya membutuhkan sistem dan cara yang lebih baik.

Kepala PT Jasa Raharja perwakilan Singkawang, Gunawan ketika dimintai keterangan membenarkan informasi tersebut. Pihaknya menyatakan pelayanan yang merata adalah hal yang mutlak diberikan demi kenyamanan dan kemudahan masyarakat termasuk pelayanan terhadap korban kecelakaan yang menjadi tanggung jawab PT Jasa Raharja.

“Pelayanan Jasa Raharja terhadap para korban kecelakaan wajib hadir diseluruh lapisan masyarakat, buka hanya dikota besar tapi juga daerah terpencil. Terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian kami, khusunya terkait pelayanan korban kecelakaan di Sambas. Secara nasional kinerja pelayanan tersebut belum optimal, sehingga kami harus melakukan upaya-upaya perbaikan”, jelasnya.

Dalam melakukan upaya tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama dengan Kasatlantas Polres Sambas pada Selasa, 29 Maret 2022.

“Kemarin kami sudah bertemu dengan Kasatlantas Polres Sambas, AKBP Alfada untuk berdiskusi terkait strategi untuk optimalisasi pelayanan dan beliau sangat mendukung. Karena pada dasarnya tujuan kami sama, yakni ingin melayani masayarakat jauh lebih baik lagi. Yang menjadi tantangan juga memang wilayahnya cukup luas hingga perbatasan dengan Malaysia”, lanjutnya.

Adapun hal yang menjadi fokus dalam upaya perbaikan pelayanan adalah upaya pencegahan laka lantas, upaya percepatan proses penerbitan laporan kepolisian, dan penertiban kelengkapan kendaraan seperti SIM, STNK dan kelengkapan lainnya. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ketiga hal permasalahan tersebut sangat krusial baik untuk Jasa Raharja maupun Kepolisian sehingga perlu dilakukan kolaborasi antar instansi.

“Kebanyakan dari masyarakat takut melaporkan kejadian kecelakaan karena masa berlaku SIM dan STNK belum diperpanjang. Sedangkan bagi kami, laporan polisi merupakan dokumen utama dalam proses penjaminan korban kecelakaan, tentunya ini perlu untuk dikoordinasikan lebih lanjut supaya masyarakat bisa lebih tertib dan tidak ada keraguan lagi untuk melaporkan kejadian kecelakaan kepada kepolisian dan kami bisa menyerahkan santunan sesuai dengan hak dan peraturan yang telah ditetapkan”, pungkasnya.

PT Jasa Raharja selalu menanamkan komitmen kepada setiap pegawai untuk selalu hadir dalam memberikan pelayanan prima pada setiap korban kecelakaan disetiap lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan apapun. []