KORPORATNEWS.COM, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui pembiayaan syariah, pendampingan bisnis, serta transformasi digital, BSI berupaya membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar.
Komitmen tersebut terlihat dari peningkatan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) BSI yang mencapai 33,65 persen. Angka tersebut berada di atas target yang ditetapkan sebesar 30 persen.
Segmen UMKM saat ini berkontribusi sekitar 16,25 persen terhadap total portofolio pembiayaan BSI. Namun, perseroan tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas.
Hingga 2026, banyak pelaku usaha dalam ekosistem UMKM Binaan BSI berhasil meningkatkan skala bisnisnya. Sekitar 17 ribu pelaku usaha dari segmen KUR Mikro naik menuju KUR Kecil dan Komersial.
Selain itu, sekitar 4 ribu UMKM KUR Kecil berhasil masuk ke segmen komersial. Ribuan pelaku usaha lainnya juga berkembang dari kategori mikro menuju segmen Small Medium Enterprise (SME).
Perkembangan tersebut didukung kemudahan akses pembiayaan, skema angsuran yang stabil, serta pendampingan usaha melalui program inkubasi. BSI memberikan dukungan mulai dari tahap awal usaha hingga pengembangan bisnis yang lebih matang.
UMKM Binaan BSI Diperkuat Melalui Ekosistem Digital dan Pembiayaan Syariah
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Menurutnya, sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai industri halal.
BSI terus mengembangkan konsep Islamic financial ecosystem enabler. Melalui pendekatan tersebut, BSI tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga menjadi penghubung antara kebutuhan pembiayaan, gaya hidup halal, dan pengembangan kapasitas usaha.
Saat ini, BSI memiliki lebih dari 6 ribu nasabah UMKM yang mendapatkan pembinaan melalui BSI UMKM Center. Fasilitas tersebut tersebar di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
BSI UMKM Center menjadi wadah pengembangan usaha melalui berbagai program. Kegiatannya mencakup pelatihan kewirausahaan, pemasaran produk, peningkatan kapasitas bisnis, hingga business matching dengan calon pembeli dan mitra usaha.
Dari sisi pembiayaan, BSI mencatat penyaluran pembiayaan UMKM mencapai Rp55,17 triliun hingga Juni 2026. Jumlah pelaku UMKM yang terhubung dengan layanan BSI juga mencapai lebih dari 340 ribu nasabah.
Sementara itu, pembiayaan segmen SME mencatat pertumbuhan positif. Nilai pembiayaan SME BSI mencapai Rp26,86 triliun atau meningkat 20 persen secara tahunan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, penguatan UMKM dilakukan melalui kombinasi pembiayaan, pendampingan, dan digitalisasi layanan. Strategi tersebut bertujuan meningkatkan daya saing usaha lokal agar mampu masuk ke pasar yang lebih luas.
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama BSI. Perusahaan menghadirkan berbagai layanan seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI.
Kehadiran layanan digital membantu pelaku usaha mengelola transaksi secara lebih mudah. Digitalisasi juga membuka peluang UMKM meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pasar.
BSI melihat UMKM sebagai sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan pembiayaan syariah, teknologi digital, dan pendampingan berkelanjutan, BSI optimistis pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat.
Melalui penguatan ekosistem tersebut, BSI berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang kompetitif dan sesuai prinsip syariah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi inklusif sekaligus mempercepat perkembangan industri halal Indonesia. []








