KORPORATNEWS.COM, Jakarta – Pembangunan Istana Presiden di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan segera dimulai.

Pasalnya tender proyek pembangunan Istana Presiden di IKN sudah dilakukan dan pemenangnya adalah PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dan PT Waskita Karya (WSKT).

Kedua BUMN Karya ini akan memulai pembangunan istana presiden yang baru sesuai dengan porsi pengerjaan yang sudah dibagi.

Dalam hal ini Waskita Karya akan mengerjakan proyek Bangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung di Kawasan Istana Kepresidenan.

WSKT memenangkan tender proyek ini setelah sebelumnya memberikan penawaran Rp1,35 triliun dari pagu paket proyek senilai Rp1,38 triliun.

Sementara PTPP dapat bagian proyek Bangunan Gedung Kantor Presiden pada Kawasan Istana Kepresidenan setelah memberikan penawaran Rp1,56 triliun dari nilai pagu Rp1,93 triliun.

Data pemenang tender proyek IKN ini ditampilkan dalam website LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kementerian PUPR menegaskan, perusahaan yang terpilih jadi pemenang tender adalah pihak yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Ketua Satgas Pelaksana Pembangunan IKN Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga menjelaskan, proses lelang proyek infrastruktur IKN juga dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Saat ini ada sejumlah paket pekerjaan infrastruktur di IKN Kalimantan Timur yang masih dalam proses lelang.

“Proyek yang masih tahap lelang di antaranya pembangunan rumah tapak menteri, pembangunan kantor kementerian koordinator, pembangunan jalan dan lainnya,” jelas Danis.

Untuk pembangunan istana presiden, Kemen PUPR terlebih dahulu melakukan penandatanganan kontrak dengan Waskita dan PTPP.

Danis berharap pengerjaan kawasan istana dan berbagai sarana pendukung lainnya bisa segera dimulai setelah kontrak ditekan pada bulan Oktober ini.

Untuk memulai pembangunan IKN, Kementerian PUPR fokus pada pembangunan infrastruktur dasar mendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Berbagai proyek KIPP berupa jalan dan jembatan, drainase, intake air baku, hunian bagi pekerja dan penyiapan lahan kawasan (land development).

Selain itu, pembangunan fisik infrastruktur dasar juga mulai dikebut, seperti bendungan, jalan kerja/logistik, jalan lingkar, dan jalan tol.

Hingga tahun 2024 mendatang, pemerintah menargetkan pengerjaan KIPP seluas 6.671 hektar bisa rampung secara bertahap.

Dengan konsep Forest City, maka pembangunan IKN yang digarap oleh berbagai perusahaan BUMN dan swasta diminta untuk tetap memperhatikan aspek lingkungan dalam proses pembangunannya. []